Kesebelasan Persita Tangerang menelan kekalahan pada partai kandang pada pekan pertama Indonesia Super League atau ISL. Persita menyerah di tangan Arema Malang dengan skor 0-2 berkat dua gol Emile Mbamba.
Di awal pertandingan, Persita yang terpaksa memakai Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, sebagai tempat pertandingan seolah kikuk dengan permainan mereka sendiri. Sebaliknya, Arema bermain penuh percaya diri dengan mengandalkan sejumlah pemain asing di barisan depan.
Pelatih Arema, Bambang Nurdiansyah yang menginstruksikan permainan menyerang sejak menit awal langsung tersenyun ketika penyerang asal Kamerun, Emile Mbamba mencetak gol menit ke-15. Gol tersebut berawal dari umpan kapten Alexander Pulalo melalui sepak pojok di sayap kiri Persita. Mbamba mengontrol si kulit bundar yang mengarah tepat ke arahnya lantas memberikan tendangan keras kaki kanan ke kiri gawang Wawan Hendrawan.
Cucu Hidayat dkk hampir menyamakan kedudukan di menit ke-24. Sundulan Adolfo de Souza mengarah ke pojok kanan gawang. Kiper M. Yasir hanya diam tak kuasa menjangkau bola, tapi Erik Setiawan berhasil mengusir bola lewat sundulan.
Permainan kemudian berjalan dalam tempo cepat. Pelatih Arema, Bambang Nurdiansyah yang menggunakan formasi pemain 4-4-2 menginstrksikan umpan-umpan silang dari kedua sayap. Sementara itu, "Pendekar Cisadane" seperti kesulitan menembus pertahanan lawan. Umpan-umpan kepada Souza maupun Cucu Hidayat yang menjadi andalan pelatih Agus Suparman di lini depan mudah ditebak oleh lini belakang "Singo Edan".
Di babak kedua, permainan Persita tak kunjung membaik. Buruknya lini belakang tim "Ungu" akhirnya berbuah petaka di menit ke-48. Lagi-lagi Mbamba lepas dari kawalan Samsudin dan pemain bernomor punggung 22 itu berhasil menanduk umpan Arif Suyono untuk mencetak gol kedua.
Tertinggal dua gol memaksa Agus Suparman memasukkan tiga pemain, salah satunya Made Wirahadi. Penyerang lapis kedua itu mampu merepotkan M. Yasir di bawah mistar gawang Arema. Kiper berkepala plontos ini harus "terbang" menyelamatkan sundulan Souza setelah memperoleh umpan dari Wirahadi. Satu menit kemudian, Yasir kembali jatuh bangun untuk menangkap tendangan keras Wirahadi.
Tujuh menit menjelang bubar, Mbamba kembali membobol gawang Persita. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena Mbamba sudah berdiri offside sebelum mencetak gol. Skor pun tak berubah hingga akhir pertandingan dan Arema kini memimpin klasemen sementara ISL. [kompas]
Sabtu, 12 Juli 2008
Persipura Tahan Imbang Sriwijaya FC
Tuan rumah Sriwijaya FC gagal memanfaatkan dukungan pendukungnya saat menjamu Persipura Jayapura dan cuma mampu bermain imbang 2-2 pada laga perdana Liga Super Indonesia di Stadion Jaka Baring, Sabtu (12/7).
Dengan hasil imbang ini maka Persipura dan Sriwijaya berada di posisi teratas klasemen sementara Liga Super Indonesia karena tim lainnya belum turun bertanding.
Peluang pertama dalam laga ini didapat Sriwijaya melalui tendangan bebas yang dilepaskan penyerang anyar Ngon A Jam, sayang masih tepat dipelukkan penjaga gawang Persipura Jendri Pitoy.
Selang beberapa menit kemudian giliran Persipura yang mengancam ketika tendangan penyerang Albeto Goncalves yang meneruskan umpan terobosan David Da Rocha masih melebar.
Pada menit ke-23, Persipura hampir saja membuka keunggulannya andai saja tendangan gelandang lincah Luis Ian Kabes tidak mampu diamankan oleh kiper Ferry Rotinsulu.
Dua menit berselang Ngon kembali mendapat peluang emas, sayangnya kali ini tandukan pemain bernomor punggung delapan itu masih melebar tipis di sisi kanan gawang Jendri.
Persipura akhirnya mampu membuka keunggulannya pada saat laga berjalan 36 menit ketika bola tendangan kapten Eduard Ivakdalam diterima oleh Ernest Jeremiah yang langsung melepaskan tendangan keras yang tak dapat dijangkau oleh Ferry.
Sayangnya keunggulan ini tidak bertahan lama karena selang empat menit kemudian mampu disamakan oleh Anoure Obiora dengan tendangan terukurnya.
Tiga menit sebelum turun minum, Persipura nyaris kembali unggul bila saja tendangan keras Ernest tidak mampu diamankan oleh Ferry.
Lima menit babak kedua berjalan, Persipura mampu kembali unggul saat umpan terobosan Da Rocha dengan cantik mampu diselesaikan oleh Beto dengan tendangan pelan yang tak dapat dihalau Ferry.
Pertandingan berjalan satu jam, Obiora hampir kembali menyamakan kedudukan, namun tendangan mantan pemain PSDS itu masih dapat diamankan Jendri.
Sriwijaya akhirnya mampu menyamakan kedudukan lewat tandukan Ngon yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Jendri.
Di penghujung pertandingan Sriwijaya nyaris berbalik unggul andai saja tandukan Keith Kayamba Gumbs tidak melebar di sisi kiri gawang Jendri. [biangbola]
Dengan hasil imbang ini maka Persipura dan Sriwijaya berada di posisi teratas klasemen sementara Liga Super Indonesia karena tim lainnya belum turun bertanding.
Peluang pertama dalam laga ini didapat Sriwijaya melalui tendangan bebas yang dilepaskan penyerang anyar Ngon A Jam, sayang masih tepat dipelukkan penjaga gawang Persipura Jendri Pitoy.
Selang beberapa menit kemudian giliran Persipura yang mengancam ketika tendangan penyerang Albeto Goncalves yang meneruskan umpan terobosan David Da Rocha masih melebar.
Pada menit ke-23, Persipura hampir saja membuka keunggulannya andai saja tendangan gelandang lincah Luis Ian Kabes tidak mampu diamankan oleh kiper Ferry Rotinsulu.
Dua menit berselang Ngon kembali mendapat peluang emas, sayangnya kali ini tandukan pemain bernomor punggung delapan itu masih melebar tipis di sisi kanan gawang Jendri.
Persipura akhirnya mampu membuka keunggulannya pada saat laga berjalan 36 menit ketika bola tendangan kapten Eduard Ivakdalam diterima oleh Ernest Jeremiah yang langsung melepaskan tendangan keras yang tak dapat dijangkau oleh Ferry.
Sayangnya keunggulan ini tidak bertahan lama karena selang empat menit kemudian mampu disamakan oleh Anoure Obiora dengan tendangan terukurnya.
Tiga menit sebelum turun minum, Persipura nyaris kembali unggul bila saja tendangan keras Ernest tidak mampu diamankan oleh Ferry.
Lima menit babak kedua berjalan, Persipura mampu kembali unggul saat umpan terobosan Da Rocha dengan cantik mampu diselesaikan oleh Beto dengan tendangan pelan yang tak dapat dihalau Ferry.
Pertandingan berjalan satu jam, Obiora hampir kembali menyamakan kedudukan, namun tendangan mantan pemain PSDS itu masih dapat diamankan Jendri.
Sriwijaya akhirnya mampu menyamakan kedudukan lewat tandukan Ngon yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Jendri.
Di penghujung pertandingan Sriwijaya nyaris berbalik unggul andai saja tandukan Keith Kayamba Gumbs tidak melebar di sisi kiri gawang Jendri. [biangbola]
Sama-Sama Yakin
Laga dua klub besar Sriwijaya FC (SFC) kontra Persipura Jayapura pada partai pembuka Liga Super 2008/2009 sore ini terasa kurang menggigit.
Penyebab dari aroma hambar laga itu adalah pujian dari dua arsitek klub tersebut, tanpa psywar. Pelatih SFC Rahmad ”RD” Darmawan memberikan pujian kepada mantan anak asuhnya di Persipura yang bakal jadi lawannya. Eduard ”Edu” Ivakdalam dkk dinilai RD makin bertenaga dan efektif sejak dibesut Raja Issa.
Pujian itu dilontarkan RD setelah melihat hasil uji coba klub yang pernah dibawanya menjuarai Liga Indonesia (Ligina) 2005.Hasil pemanasan klub berjuluk Mutiara Hitamsebelum ke Liga Super sangat positif.Apalagi, anak buah Raja Issa itu mampu melewati laga uji coba dengan lawan sejumlah klub favorit dengan mulus.
Bagi RD, pelatih asal Malaysia itu merupakan sosok juru racik strategi yang punya visi bagus dalam membentuk tim sesuai karakternya. Hal itu dibuktikan dengan stabilnya prestasi Persipura dari musim lalu sampai sekarang.
”Pada berbagai uji coba yang dilakukan Persipura, dia (Issa) sudah menggambarkan dan memberikan kesan yang bagus terhadap timnya tahun ini. Dengan menang melawan PSM di Makassar, kemudian menang melawan Persela di Lamongan itu cukup untuk menggambarkan bahwa mereka tim yang bagus,” tutur RD kepada SINDO kemarin.
Menurut RD, permainan mantan anak asuhnya itu kini mengalami perkembangan yang sangat baik.Selain memiliki pemain berkarakter dan skill yang mumpuni,Raja Issa juga dinilai berhasil memadukan talenta muda dengan pengalaman para seniornya. Namun,pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya (SGS) Jakabaring, RDtidaklantasmemberikan kemenangan kepada skuad Mutiara Hitam.Pelatih berusia 42 tahun itu berjanji akan menurunkan the winning team SFC untuk memastikan torehan tiga angka pada pertandingan pembuka ini.
”Menurut saya, kans memenangkan pertandingan sama-sama terbuka untuk kedua tim.Untuk itu,saya telah menginstruksikan anakanak untuk main lepas saja tanpa beban.Soal hasilnya,ya lihat saja nanti,” lanjut pelatih yang juga sempat menangani Persija Jakarta itu.
Sementara itu, Raja Issa yang ditemui seusai latihan Persipura kemarin menyampaikan, hal yang sama, berupa pujian kepada RD.Menurutnya, RD merupakan pelatih muda. Meski begitu, dia memiliki pengalaman meracik strategi permainan yang andal dan pandai memotivasi tim untuk melakukan yang terbaik di lapangan.
”Saya bangga bisa head to head lagi dengan dia. Meski waktu itu kami kalah di final Copa Indonesia, saat ini kami datang untuk menang. Kami yakin pertandingan ini bakal seru,”tandas pelatih yang sempat berkarier di Maladewa ini. ”Saya sangat gembira dengan perkembangan pemain saat ini. Jadi, kami optimistis bisa menangani SFC besok (sore ini),”tandasnya. [sindo]
Penyebab dari aroma hambar laga itu adalah pujian dari dua arsitek klub tersebut, tanpa psywar. Pelatih SFC Rahmad ”RD” Darmawan memberikan pujian kepada mantan anak asuhnya di Persipura yang bakal jadi lawannya. Eduard ”Edu” Ivakdalam dkk dinilai RD makin bertenaga dan efektif sejak dibesut Raja Issa.
Pujian itu dilontarkan RD setelah melihat hasil uji coba klub yang pernah dibawanya menjuarai Liga Indonesia (Ligina) 2005.Hasil pemanasan klub berjuluk Mutiara Hitamsebelum ke Liga Super sangat positif.Apalagi, anak buah Raja Issa itu mampu melewati laga uji coba dengan lawan sejumlah klub favorit dengan mulus.
Bagi RD, pelatih asal Malaysia itu merupakan sosok juru racik strategi yang punya visi bagus dalam membentuk tim sesuai karakternya. Hal itu dibuktikan dengan stabilnya prestasi Persipura dari musim lalu sampai sekarang.
”Pada berbagai uji coba yang dilakukan Persipura, dia (Issa) sudah menggambarkan dan memberikan kesan yang bagus terhadap timnya tahun ini. Dengan menang melawan PSM di Makassar, kemudian menang melawan Persela di Lamongan itu cukup untuk menggambarkan bahwa mereka tim yang bagus,” tutur RD kepada SINDO kemarin.
Menurut RD, permainan mantan anak asuhnya itu kini mengalami perkembangan yang sangat baik.Selain memiliki pemain berkarakter dan skill yang mumpuni,Raja Issa juga dinilai berhasil memadukan talenta muda dengan pengalaman para seniornya. Namun,pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya (SGS) Jakabaring, RDtidaklantasmemberikan kemenangan kepada skuad Mutiara Hitam.Pelatih berusia 42 tahun itu berjanji akan menurunkan the winning team SFC untuk memastikan torehan tiga angka pada pertandingan pembuka ini.
”Menurut saya, kans memenangkan pertandingan sama-sama terbuka untuk kedua tim.Untuk itu,saya telah menginstruksikan anakanak untuk main lepas saja tanpa beban.Soal hasilnya,ya lihat saja nanti,” lanjut pelatih yang juga sempat menangani Persija Jakarta itu.
Sementara itu, Raja Issa yang ditemui seusai latihan Persipura kemarin menyampaikan, hal yang sama, berupa pujian kepada RD.Menurutnya, RD merupakan pelatih muda. Meski begitu, dia memiliki pengalaman meracik strategi permainan yang andal dan pandai memotivasi tim untuk melakukan yang terbaik di lapangan.
”Saya bangga bisa head to head lagi dengan dia. Meski waktu itu kami kalah di final Copa Indonesia, saat ini kami datang untuk menang. Kami yakin pertandingan ini bakal seru,”tandas pelatih yang sempat berkarier di Maladewa ini. ”Saya sangat gembira dengan perkembangan pemain saat ini. Jadi, kami optimistis bisa menangani SFC besok (sore ini),”tandasnya. [sindo]
Banur Tunjuk Tiga Kapten
Banur Tunjuk Tiga Kapten
Banur Tunjuk Tiga Kapten
Bagi sebuah tim, peran kapten tim cukup penting. Karenanya untuk menentukan sang kapten, pelatih biasanya akan memilih pemain yang mempunyai jiwa kepemimpinan. Kriteria itupula yang digunakan pelatih Arema Bambang Nurdiansyah untuk menentukan kapten tim Singo Edan dalam menempuh Indonesia Super League (ISL).
Berdasarkan kriteria itulah mantan pelatih PSIS Semarang tersebut langsung menjatuhkan pilihan kepada Alexander Pulalo. Selain mempunyai jiwa pemimpin, Alex dinilainya pemain yang mampu memotivasi pemain lainnya.
Pemain asal Papua tersebut juga cukup dihormati oleh pemain lainnya. "Alex juga merupakan pemain paling senior dan berpengalaman. Dia sering saya mintai bantuan saran bila ada sebuah persoalan," aku Bambang.
Namun, ban kapten yang melekat di lengan bukan mutlak untuk pemain yang mempunyai jiwa pemimpin. Menurut Bambang, ban kapten juga bisa dijadikan motivator bagi pemain. Dengan pertimbangan motivasi itulah, Bambang akan memberikan peran el capitano kepada Emile Bertrand Mbamba jika Alex diganti oleh pemain lainnya ataupun tak bisa tampil dalam sebuah pertandingan.
Diharapkan dengan adanya ban kapten, Mbamba yang dalam beberapa kali uji coba terkesan tampil asal-asalan bisa bermain sepenuh hati. Dia mempunyai keyakinan, jika striker asal Kamerun tersebut tampil dengan kualitas yang sesungguhnya, maka dia akan menjadi mesin pencetak gol bagi Arema. "Saya harap Mbamba bisa menjawab kepercayaan yang saya berikan," tambahnya.
Sedangkan untuk kapten ketiga, mantan top scorer Galatama empat kali berturut-turut tersebut sudah menetapkan nama Suroso. Itu artinya, mantan stoper Persik tersebut akan menjadi kapten tim jika Alex dan Mbamba tak bisa tampil.
Suroso dipilih karena dianggapnya mempunyai jiwa pemimpin. Selain itu, dia juga cukup akrab dengan pemain-pemain lainnya. "Suroso itu salah satu pemain lama Arema. Namun dia merupakan pemain yang cukup familiar dengan pemain-pemain baru Arema," lanjutnya.
Bagaimana bila ketiga pemain itu tak bisa tampil secara bersamaan karena akumulasi kartu atau cedera? "Saya kira tiga kapten itu sudah cukup. Kalau mereka tak bisa tampil semuanya, biar saya saja yang jadi kapten," canda Bambang. [ramal]
Banur Tunjuk Tiga Kapten
Bagi sebuah tim, peran kapten tim cukup penting. Karenanya untuk menentukan sang kapten, pelatih biasanya akan memilih pemain yang mempunyai jiwa kepemimpinan. Kriteria itupula yang digunakan pelatih Arema Bambang Nurdiansyah untuk menentukan kapten tim Singo Edan dalam menempuh Indonesia Super League (ISL).
Berdasarkan kriteria itulah mantan pelatih PSIS Semarang tersebut langsung menjatuhkan pilihan kepada Alexander Pulalo. Selain mempunyai jiwa pemimpin, Alex dinilainya pemain yang mampu memotivasi pemain lainnya.
Pemain asal Papua tersebut juga cukup dihormati oleh pemain lainnya. "Alex juga merupakan pemain paling senior dan berpengalaman. Dia sering saya mintai bantuan saran bila ada sebuah persoalan," aku Bambang.
Namun, ban kapten yang melekat di lengan bukan mutlak untuk pemain yang mempunyai jiwa pemimpin. Menurut Bambang, ban kapten juga bisa dijadikan motivator bagi pemain. Dengan pertimbangan motivasi itulah, Bambang akan memberikan peran el capitano kepada Emile Bertrand Mbamba jika Alex diganti oleh pemain lainnya ataupun tak bisa tampil dalam sebuah pertandingan.
Diharapkan dengan adanya ban kapten, Mbamba yang dalam beberapa kali uji coba terkesan tampil asal-asalan bisa bermain sepenuh hati. Dia mempunyai keyakinan, jika striker asal Kamerun tersebut tampil dengan kualitas yang sesungguhnya, maka dia akan menjadi mesin pencetak gol bagi Arema. "Saya harap Mbamba bisa menjawab kepercayaan yang saya berikan," tambahnya.
Sedangkan untuk kapten ketiga, mantan top scorer Galatama empat kali berturut-turut tersebut sudah menetapkan nama Suroso. Itu artinya, mantan stoper Persik tersebut akan menjadi kapten tim jika Alex dan Mbamba tak bisa tampil.
Suroso dipilih karena dianggapnya mempunyai jiwa pemimpin. Selain itu, dia juga cukup akrab dengan pemain-pemain lainnya. "Suroso itu salah satu pemain lama Arema. Namun dia merupakan pemain yang cukup familiar dengan pemain-pemain baru Arema," lanjutnya.
Bagaimana bila ketiga pemain itu tak bisa tampil secara bersamaan karena akumulasi kartu atau cedera? "Saya kira tiga kapten itu sudah cukup. Kalau mereka tak bisa tampil semuanya, biar saya saja yang jadi kapten," canda Bambang. [ramal]
Tribune Khusus di Jalak Harupat
Stadion Jalak Harupat di Soreang, Kabupaten Bandung, memang bukan jadi arena pembukaan Liga Super 2008/2009. Sebab, laga pembuka kompetisi sepak bola era baru negeri ini dipusatkan di markas Sriwijaya FC (SFC), Stadion Gelora Sriwijaya (SGS) JakaBaring,Palembang.
Namun, terlepas dari semua itu, untuk tingkat kesibukan, Stadion Jalak Harupat lebih tinggi. Penyebabnya, stadion berkapasitas 40.000 penonton itu akhir pekan ini harus menjadi dua arena laga partai pembuka Liga Super. Ya,pertarungan salah satu ”pemilik” Stadion Jalak Harupat, Pelita Jaya FC kontra Persiba Balikpapan,serta laga klub yang mengungsi, yakni Persita Tangerang yang menjamu Arema Malang.
Bahkan, selang sehari kemudian tepatnya Senin (14/7), tim ”ungsian” lainnya,Persitara Jakarta Utara,akan meladeni saudara tuanya,Persija Jakarta. Badan Pengelola Jalak Harupat (BPJH) maupun panitia pelaksana (panpel) Pelita Jaya yang diberikan tugas untuk dua partai ini, mereka mengaku sudah melakukan berbagai persiapan.
Salah satu langkahnya menyiapkan tribune khusus bagi suporter Persita dan Arema. Sebab, pendukung dua klub itu diperkirakan akan jauh lebih dominan dibandingkan suporter The Young Guns, julukan Pelita Jaya dan Persiba. ”Tribune utara dan selatan, khusus suporter Arema dan Persita. Kami belum mengetahui secara pasti berapa total jumlah suporter dari kedua tim yang datang langsung ke stadion,” ujar Bambang Suhendro,Ketua Panpel Pelita Jaya, seusai rapat koordinasi dengan BPJH di Sekretariat BPJH kemarin.
Meski menggelar dua laga sekaligus,Panpel Pelita Jaya memutuskan hanya akan menerjunkan sekitar 300 personel keamanan.Panpel rencananya hanya mencetak dan menjual sekitar 15.000 lembar tiket masuk. ”Kami akan lihat kondisinya sebelum pertandingan. Jika diperlukan penambahan, kami akan tambah,” ujar Bambang.
Selain persiapan menjelang tiga penyelenggaraan laga pada pekan pertama itu, BPJH pun mulai melakukan persiapan lain, yaitu dua laga home Persib Bandung yang diputuskan digelar di stadion yang biaya pembangunannya mencapai Rp67,5 miliar.Untuk laga Persibituadalahpartai saat Maung Bandungmenjamu Persik Kediri,Selasa (5/8),dan Arema Malang,Senin (11/8).
Salah satu upaya untuk memuluskan penyelenggaraan dua laga Maung Bandungadalah penambahan akses jalan masuk dan keluar areal stadion. Seperti diungkapkan Kepala BPJH Achmad Hidayat, upaya ini dilakukan demi menghindari terjadinya penumpukan kendaraan, baik saat memasuki maupun keluar stadion. Perlu diketahui, Stadion Jalak Harupat hanya memiliki satu akses jalan masuk dan keluar.
Menurut Bambang,jadwal laga Pelita Jaya kontra Persiba tetap digelar sesuai jadwal semula, yakni pukul 15.30 WIB. Sebelumnya sempat muncul kabar, jadwal partai tersebut diundur lebih malam.Sementara untuk laga Persita melawan Arema tetap bermain pada pukul 19.00 WIB. [sindo]
Namun, terlepas dari semua itu, untuk tingkat kesibukan, Stadion Jalak Harupat lebih tinggi. Penyebabnya, stadion berkapasitas 40.000 penonton itu akhir pekan ini harus menjadi dua arena laga partai pembuka Liga Super. Ya,pertarungan salah satu ”pemilik” Stadion Jalak Harupat, Pelita Jaya FC kontra Persiba Balikpapan,serta laga klub yang mengungsi, yakni Persita Tangerang yang menjamu Arema Malang.
Bahkan, selang sehari kemudian tepatnya Senin (14/7), tim ”ungsian” lainnya,Persitara Jakarta Utara,akan meladeni saudara tuanya,Persija Jakarta. Badan Pengelola Jalak Harupat (BPJH) maupun panitia pelaksana (panpel) Pelita Jaya yang diberikan tugas untuk dua partai ini, mereka mengaku sudah melakukan berbagai persiapan.
Salah satu langkahnya menyiapkan tribune khusus bagi suporter Persita dan Arema. Sebab, pendukung dua klub itu diperkirakan akan jauh lebih dominan dibandingkan suporter The Young Guns, julukan Pelita Jaya dan Persiba. ”Tribune utara dan selatan, khusus suporter Arema dan Persita. Kami belum mengetahui secara pasti berapa total jumlah suporter dari kedua tim yang datang langsung ke stadion,” ujar Bambang Suhendro,Ketua Panpel Pelita Jaya, seusai rapat koordinasi dengan BPJH di Sekretariat BPJH kemarin.
Meski menggelar dua laga sekaligus,Panpel Pelita Jaya memutuskan hanya akan menerjunkan sekitar 300 personel keamanan.Panpel rencananya hanya mencetak dan menjual sekitar 15.000 lembar tiket masuk. ”Kami akan lihat kondisinya sebelum pertandingan. Jika diperlukan penambahan, kami akan tambah,” ujar Bambang.
Selain persiapan menjelang tiga penyelenggaraan laga pada pekan pertama itu, BPJH pun mulai melakukan persiapan lain, yaitu dua laga home Persib Bandung yang diputuskan digelar di stadion yang biaya pembangunannya mencapai Rp67,5 miliar.Untuk laga Persibituadalahpartai saat Maung Bandungmenjamu Persik Kediri,Selasa (5/8),dan Arema Malang,Senin (11/8).
Salah satu upaya untuk memuluskan penyelenggaraan dua laga Maung Bandungadalah penambahan akses jalan masuk dan keluar areal stadion. Seperti diungkapkan Kepala BPJH Achmad Hidayat, upaya ini dilakukan demi menghindari terjadinya penumpukan kendaraan, baik saat memasuki maupun keluar stadion. Perlu diketahui, Stadion Jalak Harupat hanya memiliki satu akses jalan masuk dan keluar.
Menurut Bambang,jadwal laga Pelita Jaya kontra Persiba tetap digelar sesuai jadwal semula, yakni pukul 15.30 WIB. Sebelumnya sempat muncul kabar, jadwal partai tersebut diundur lebih malam.Sementara untuk laga Persita melawan Arema tetap bermain pada pukul 19.00 WIB. [sindo]
Jumat, 11 Juli 2008
Liga Super Yang TIdak Super
Liga super Indonesia yang pertama akan mulai bergulir mulai hari ini,kasta tertinggi dari kompetisi sepakbola nasional yang diikuti oleh 18 tim (yang seharusnya)profesional terbaik di tanah air.Sebagai kompetisi yang berlabel Super Liga,seharusnya Liga super Indonesia dikelola dan dijalankan secara super dan profesional.Namun kenyataannya Liga Super Indonesia di kelola dan dijalankan jauh dari kata super dan profesional.
Dari ke 18 tim yang berkiprah di liga super Indonesia hanya beberapa tim saja yang dikelola secara profesional,tercatat tim seperti arema malang,Pelita Jaya jawa barat dan PKT bontang yang baru bisa di sebut tim profesioanal.Sedangkan tim lainnya masih merupakan Tim Plat Merah yang notabene selalu menggerogoti APBD.
Demikian juga dengan PSSI (BLI) sebagai penyelenggara Liga Super Indonesia,lembaga yang seharusnya menjadi lokomotif bagi terselenggaranya kompetisi yang profesional malah menjadi salah satu penghambat.Banyak kebijakan BLI yang tidak konsisten dalam menjalankan aturan dan verifikasi bagi tim peserta liga super.
Seringnya BLI menunda pengumuman ke-18 tim yang lolos verifikasi liga super,dan terlambatnya penyusunan jadual kompetisi menjadi sebagian kecil dari ketidakmampuan BLI dalam melaksanakan aturan Liga super Indonesia.
Dan yang paling membuat kita geleng-geleng kepala adalah kasus pengunduran PSMS 2hari sebelum Liga super Indonesia bergulir.Ini merupakan kombinasi dari tidak profesionalnya tim PSMS dan tentu saja tidak konsistennya BLI menyikapi kasus pengunduran diri PSMS.Bagaimana mungkin tim yang sudah dinyatakan lolos verifikasi ternyata malah mengundurkan diri sebelum liga itu bergulir.Dimana tujuan dari verifikasi itu sendiri?
Jadi wajar kalau kita mengatakan Liga Super Indonesia adalah liga yang tidak super,sebab sebelum kompetisi saja udah banyak yang melibatkan tim dan BLI.
Dan tidak menutup kemungkinan bakal ada tim yang mengundurkan diri ketika kompetisi sedang berjalan.
Namun sebagai pecinta sepakbola nasional,mari kita dukung Liga Super Indonesia.Dan kepada semua tim yang berpartisipasi mari kita berkompetisi secara adil dan kita junjung semangat Fair Play.
Dari ke 18 tim yang berkiprah di liga super Indonesia hanya beberapa tim saja yang dikelola secara profesional,tercatat tim seperti arema malang,Pelita Jaya jawa barat dan PKT bontang yang baru bisa di sebut tim profesioanal.Sedangkan tim lainnya masih merupakan Tim Plat Merah yang notabene selalu menggerogoti APBD.
Demikian juga dengan PSSI (BLI) sebagai penyelenggara Liga Super Indonesia,lembaga yang seharusnya menjadi lokomotif bagi terselenggaranya kompetisi yang profesional malah menjadi salah satu penghambat.Banyak kebijakan BLI yang tidak konsisten dalam menjalankan aturan dan verifikasi bagi tim peserta liga super.
Seringnya BLI menunda pengumuman ke-18 tim yang lolos verifikasi liga super,dan terlambatnya penyusunan jadual kompetisi menjadi sebagian kecil dari ketidakmampuan BLI dalam melaksanakan aturan Liga super Indonesia.
Dan yang paling membuat kita geleng-geleng kepala adalah kasus pengunduran PSMS 2hari sebelum Liga super Indonesia bergulir.Ini merupakan kombinasi dari tidak profesionalnya tim PSMS dan tentu saja tidak konsistennya BLI menyikapi kasus pengunduran diri PSMS.Bagaimana mungkin tim yang sudah dinyatakan lolos verifikasi ternyata malah mengundurkan diri sebelum liga itu bergulir.Dimana tujuan dari verifikasi itu sendiri?
Jadi wajar kalau kita mengatakan Liga Super Indonesia adalah liga yang tidak super,sebab sebelum kompetisi saja udah banyak yang melibatkan tim dan BLI.
Dan tidak menutup kemungkinan bakal ada tim yang mengundurkan diri ketika kompetisi sedang berjalan.
Namun sebagai pecinta sepakbola nasional,mari kita dukung Liga Super Indonesia.Dan kepada semua tim yang berpartisipasi mari kita berkompetisi secara adil dan kita junjung semangat Fair Play.
Suporter Harapkan ISL konsisten
Format baru Indonesia Super Liga (ISL) dipandang sebuah format yang terbaik dalam kompetisi. Namun yang paling diharapkan adalah konsistensi dalam menjalankan ISL.
Ketua suporter Persija, The Jakmania, Danang Ismartani mengungkapkan bahwa format ISL bukan suatu yang baru. "Ini Liga nama baru tapi format lama. Pada 2003-2004 format sudah seperti ini," ungkapnya.
Namun menurut Danang, ini adalah format terbaik untuk kompetisi. "Ini merupakan sebuah format terbaik karena semua klub akan saling bertemu. Jadi tak seperti kompetisi kemarin dimana terbagi dua wilayah dan hanya juara-juara saja bertemu."
Meski format kali ini dirasakan sudah cukup baik tapi yang terpenting adalah bagaimana menjalankan kompetisi. "Kita berharap kompetisi dapat berjalan sesuai jadwal. Tapi yang terpenting adalah konsistensi," tegas Danang.
Hal yang sama juga ditekan oleh Ketua Forum Komunikasi Suporter Persik Hendri Ego yang menyambut format Indonesia Super Liga 2008. Ia juga menegaskan hal yang sama mengenai konsisten PSSI dalam menjalankan ISL ini.
"Format ini sangat kompetitif dan sangat sangat baik. Format seperti ini ideal karena tidak lagi delapan besar dan empat besar. Tapi PSSI juga harus konsisten menjalankan semua jadwal," kata Hendri di ujung saluran telpon.
Ia berharap tidak ada perubahan pada jadwal Indonesia Super Liga yang sudah ditetapkan karena akan merugikan klub. "Jadwal harus sudah paten dan jangan sampai ada perubahan di tengah jalan. PSSI jangan merugikan tim lah," harapnya.
Hendri pun yakin bahwa jika PSSI dapat konsisten maka bisa berdampak baik untuk persepakbolaan Indonesia. "Ini bisa berdampak menjadi awal kebangkitan sepakbola nasional dan menciptakan pemain berkualitas," pungkasnya. [detik]
Ketua suporter Persija, The Jakmania, Danang Ismartani mengungkapkan bahwa format ISL bukan suatu yang baru. "Ini Liga nama baru tapi format lama. Pada 2003-2004 format sudah seperti ini," ungkapnya.
Namun menurut Danang, ini adalah format terbaik untuk kompetisi. "Ini merupakan sebuah format terbaik karena semua klub akan saling bertemu. Jadi tak seperti kompetisi kemarin dimana terbagi dua wilayah dan hanya juara-juara saja bertemu."
Meski format kali ini dirasakan sudah cukup baik tapi yang terpenting adalah bagaimana menjalankan kompetisi. "Kita berharap kompetisi dapat berjalan sesuai jadwal. Tapi yang terpenting adalah konsistensi," tegas Danang.
Hal yang sama juga ditekan oleh Ketua Forum Komunikasi Suporter Persik Hendri Ego yang menyambut format Indonesia Super Liga 2008. Ia juga menegaskan hal yang sama mengenai konsisten PSSI dalam menjalankan ISL ini.
"Format ini sangat kompetitif dan sangat sangat baik. Format seperti ini ideal karena tidak lagi delapan besar dan empat besar. Tapi PSSI juga harus konsisten menjalankan semua jadwal," kata Hendri di ujung saluran telpon.
Ia berharap tidak ada perubahan pada jadwal Indonesia Super Liga yang sudah ditetapkan karena akan merugikan klub. "Jadwal harus sudah paten dan jangan sampai ada perubahan di tengah jalan. PSSI jangan merugikan tim lah," harapnya.
Hendri pun yakin bahwa jika PSSI dapat konsisten maka bisa berdampak baik untuk persepakbolaan Indonesia. "Ini bisa berdampak menjadi awal kebangkitan sepakbola nasional dan menciptakan pemain berkualitas," pungkasnya. [detik]
Langganan:
Postingan (Atom)