Memang kekalahan yang didapatkan ketika TImnas Indonesia menghadapi Thailand pada pertandingan pertama semifinal piala AFF,namun apa yang di lakukan oleh suporter Indonesia merupakan sebuah pengabdian yang menembus segala batas.
Mereka menembus batas klub,mereka juga menembus batas daerah,mereka juga menembus batas bahasa hanya untuk memberikan sokongan moral buat tim kesayangan mereka Tim Merah putih.
Tarian dan nyanyian yang menggema seantero senayan seakan menyayat di setiap gendang telinga penikmat TImnas merah putih,meski mereka tidak berada di stadion Gelora Bung Karno namun jiwa dan harapan mereka terbang disana.
Tidak peduli kekalahan demi kekalahan dan kegagalan demi kegagalan yang di persembahkan para suporter Indonesia dengan segala atribut kebesaran tetep berada di belakang Tim Garuda.
MEREKA MASIH ADA!!
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Jumat, 19 Desember 2008
Sabtu, 13 Desember 2008
Bendol Super Panik
Bendol kembali lagi bikin sebuah langkah yang "super panik" ,setelah dipastikan menghadapi thailand di babak semifinal si bendol memanggil kembali boas dan ricardo salampessy.
Dan alasan yang dibuatpun terkesan dibuat-buat,terutama pemanggilan ricardo salampessy.Untuk pemanggilan boaz boleh lah dengan alasan ketika awal persiapan piala AFF boas masih harus perawatan setelah operasi pen.
Tapi buat ricardo??alasan yang dilontarkan adalah untuk melapisi M robby...,lah trus mau di kemanain si NOVA sama Usep Ndol? BUkankah harusnya mereka yang harusnya di dahulukan.??
Bagaimanapun memanggil pemain baru di hanya bbrp hari sebelum laga sedikit banyak bisa membuat kekompakan dan harmonisasi di tim yang udah lama bergabung menjadi terganggu,dan yang pasti harus ada korban dari 2 pemanggilan pemain persipura tersebut.
INgat Ndol,hasil akhir dari sebuah pertandingan tidak hanya ditentukan oleh satu atau dua orang pemain saja,tapi hasil dari kerja keras semua tim.Meskipun yang mencetak satu2nya gol pada pertandingan tersebut hanya satu orang.
Dan alasan yang dibuatpun terkesan dibuat-buat,terutama pemanggilan ricardo salampessy.Untuk pemanggilan boaz boleh lah dengan alasan ketika awal persiapan piala AFF boas masih harus perawatan setelah operasi pen.
Tapi buat ricardo??alasan yang dilontarkan adalah untuk melapisi M robby...,lah trus mau di kemanain si NOVA sama Usep Ndol? BUkankah harusnya mereka yang harusnya di dahulukan.??
Bagaimanapun memanggil pemain baru di hanya bbrp hari sebelum laga sedikit banyak bisa membuat kekompakan dan harmonisasi di tim yang udah lama bergabung menjadi terganggu,dan yang pasti harus ada korban dari 2 pemanggilan pemain persipura tersebut.
INgat Ndol,hasil akhir dari sebuah pertandingan tidak hanya ditentukan oleh satu atau dua orang pemain saja,tapi hasil dari kerja keras semua tim.Meskipun yang mencetak satu2nya gol pada pertandingan tersebut hanya satu orang.
Rabu, 10 Desember 2008
Bendol seorang pelatih penakut!
Setelah melakoni tiga pertandingan di piala AFF dengan hasil 2 kali menang dan sekali kalah,ada satu hal menarik yang patut dicermati yaitu ternyata Bendol adalah seorang penakut.
Mengapa demikian?Bila kita lihat jadual piala AFF yang hanya memiliki jeda satu hari ditiap pertandingan,maka adalah suatu keharusan bila seorang pelatih menerapkan strategi rotasi dalam timnya.Tapi kenyataannya Bendol sama sekali tidak merubah starting eleven di tiga pertandingan timnas,dengan alasan bahwa ini merupakan kesalahan dari AFF yang hanya memberikan jeda 1 hari disetiap pertandingan,dan dia beranggapan bahwa kondisi semua tim adalah sama sebab sama-sama memilki jatah recovery sehari.
"Tak ada rotasi pemain, saya akan tetap untuk menurunkan tim yang sama. Namun saya tetap tidak mengerti dengan keputusan AFF yang memberikan jeda hanya sehari," ujar Bendol.
Mantan pelatih Arema Malang dan Persita Tangerang itu melanjutkan, "Kondisi fisik semua tim yang berlaga di AFF ini sama, jadi bagi saya tidak ada masalah dengan kondisi fisik para pemain saya."
Seorang pelatih seharusnya memaksimalkan semua anggota tim yang telah di persiapkan untuk piala AFF,bukan hanya memaksimalkan 11 pemain inti saja.Sehingga kondisi pemain yang di persiapkan dalam setiap pertandingan fit.
Seperti yang dilakukan oleh pelatih Thailand Peter Reid ketika Thailand menghadapi Laos,dia melakukan 10 perubahan dalam line up.Bukan bermaksud meremehkan Laos tentunya,tetepi lebih pada kemampuan Peter Reid untuk meramu tim sebagai suatu kesatuan sampai babak final.
Mengapa demikian?Bila kita lihat jadual piala AFF yang hanya memiliki jeda satu hari ditiap pertandingan,maka adalah suatu keharusan bila seorang pelatih menerapkan strategi rotasi dalam timnya.Tapi kenyataannya Bendol sama sekali tidak merubah starting eleven di tiga pertandingan timnas,dengan alasan bahwa ini merupakan kesalahan dari AFF yang hanya memberikan jeda 1 hari disetiap pertandingan,dan dia beranggapan bahwa kondisi semua tim adalah sama sebab sama-sama memilki jatah recovery sehari.
"Tak ada rotasi pemain, saya akan tetap untuk menurunkan tim yang sama. Namun saya tetap tidak mengerti dengan keputusan AFF yang memberikan jeda hanya sehari," ujar Bendol.
Mantan pelatih Arema Malang dan Persita Tangerang itu melanjutkan, "Kondisi fisik semua tim yang berlaga di AFF ini sama, jadi bagi saya tidak ada masalah dengan kondisi fisik para pemain saya."
Seorang pelatih seharusnya memaksimalkan semua anggota tim yang telah di persiapkan untuk piala AFF,bukan hanya memaksimalkan 11 pemain inti saja.Sehingga kondisi pemain yang di persiapkan dalam setiap pertandingan fit.
Seperti yang dilakukan oleh pelatih Thailand Peter Reid ketika Thailand menghadapi Laos,dia melakukan 10 perubahan dalam line up.Bukan bermaksud meremehkan Laos tentunya,tetepi lebih pada kemampuan Peter Reid untuk meramu tim sebagai suatu kesatuan sampai babak final.
Kamis, 30 Oktober 2008
Dukungan buat wasit Yandri
LIga Super Indonesia kembali memberikan sesuatu yang unik dari sepakbola Indonesia.Pada pertandingan antara tuan rumah PSIS melawan PSM yang berkesudahan 1-0 untuk tuan ruamh terjadi kejadian yang jarang terjadi sebelumnya.
Bila biasanya wasit yang menjadi korban dan pemukulan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh tim yang tidak puas dengan hasil pertandingan maka pada pertandingan PSIS melawan PSM justru seorang asisten pelatih yang menjadi korban pemukulan oleh sang wasit.
Meskipun begitu penulis beranggapan bahwa wasit yang memimpin pertandingan (yandri),tidak bisa 100% disalahkan.Sebab wasit Yandri melakukan pemukulan karena refleks dan melakukan pembelaan diri ketika diserang oleh dua orang "oknum" dari offisial PSM,dan kedua oknum tersebut yang harus diberi sanksi.
Seorang yang membunuh karena melakukan pembelaan diri aja bisa bebas dari tuduhan pembunuhan kan?
Bila biasanya wasit yang menjadi korban dan pemukulan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh tim yang tidak puas dengan hasil pertandingan maka pada pertandingan PSIS melawan PSM justru seorang asisten pelatih yang menjadi korban pemukulan oleh sang wasit.
Meskipun begitu penulis beranggapan bahwa wasit yang memimpin pertandingan (yandri),tidak bisa 100% disalahkan.Sebab wasit Yandri melakukan pemukulan karena refleks dan melakukan pembelaan diri ketika diserang oleh dua orang "oknum" dari offisial PSM,dan kedua oknum tersebut yang harus diberi sanksi.
Seorang yang membunuh karena melakukan pembelaan diri aja bisa bebas dari tuduhan pembunuhan kan?
Minggu, 19 Oktober 2008
Wasit dan kambing hitam
Minggu ini wasit benar-benar menjadi aktor dalam Liga Super Indonesia,cerita lama seolah selalu terulang dalam bergulirnya kompetisi yang katanya profesional di republik ini.
Mulai dari kurang tegasnya wasit,bertindak berat sebelah atau malah ditengarai adanya dugaan suap seperti yang dilontarkan oleh Asisten Manajer Bidang Teknik PSM Yopie Lumoindong.
Hal ini semakin parah dengan adanya isu boikot wasit yang di lontarkan oleh wasit senior yang notabene merupakan salah satu wasit terbaik yang dimiliki sepakbola Indonesia disamping wasit Purwanto.Intimidasi dan selalu menjadi pihak yang disalahkan atau menjadi kambing hitam dalam setiap kekalahan yang diderita oleh sebuah klub membuat wasit melontarkan wacana boikot seperti yang pernah dilakukan oleh wasit-wasit di liga NBA.
Menurut penulis hal ini merupakan hal yang wajar di lakukan oleh para wasit yang selalu menjadi kambing hitam di LSI,namun hendaknya boikot ini dilakukan secara elegan demi kemajuan sepakbola nasional khususnya disektor para pengadil.
Dan sudah saatnya para pengurus klub tidak selalu mengemis kemenangan dari sang pengadil di lapangan,sebab anda sudah terlalu sering mengemis khususnya mengemis dana APBD.
HIDUP SEPAKBOLA INDONESIA.
Sayap Garuda
Mulai dari kurang tegasnya wasit,bertindak berat sebelah atau malah ditengarai adanya dugaan suap seperti yang dilontarkan oleh Asisten Manajer Bidang Teknik PSM Yopie Lumoindong.
Hal ini semakin parah dengan adanya isu boikot wasit yang di lontarkan oleh wasit senior yang notabene merupakan salah satu wasit terbaik yang dimiliki sepakbola Indonesia disamping wasit Purwanto.Intimidasi dan selalu menjadi pihak yang disalahkan atau menjadi kambing hitam dalam setiap kekalahan yang diderita oleh sebuah klub membuat wasit melontarkan wacana boikot seperti yang pernah dilakukan oleh wasit-wasit di liga NBA.
Menurut penulis hal ini merupakan hal yang wajar di lakukan oleh para wasit yang selalu menjadi kambing hitam di LSI,namun hendaknya boikot ini dilakukan secara elegan demi kemajuan sepakbola nasional khususnya disektor para pengadil.
Dan sudah saatnya para pengurus klub tidak selalu mengemis kemenangan dari sang pengadil di lapangan,sebab anda sudah terlalu sering mengemis khususnya mengemis dana APBD.
HIDUP SEPAKBOLA INDONESIA.
Sayap Garuda
Sabtu, 26 Juli 2008
Klub Plat Merah Kehabisan Bensin
Seperti yang sudah diprediksi oleh penulis,bahwa dalam perjalanan Superliga Indonesia bakal banyak klub terutama Klub Plat Merah yang kesulitan dana untuk mengarungi kompetisi.
Padahal kompetisi baru bergulir tiga minggu,yang menjadi pertanyaan kenapa hal itu bisa terjadi?Bukankah klub-klub peserta superliga Indonesia sudah lolos verifikasi?Adakah yang salah dengan verifikasi tersebut?
Persija adalah salah satu tim yang saat ini mengalami masalah finansial,para pemain tim berjuluk Macan Kemayoran itu dikabarkan baru menerima gaji hingga Mei. Sedangkan untuk Juni dan Juli, mereka belum dibayar.Dan hal serupa terjadi pada tetangga mereka yaitu Persitara Jakarta Utara yang notabene sama-sama tim yang mengemis uang APBD(uang rakyat).
Ironisnya hal tersebut juga terjadi pada juara Liga Indonesia tahun lalu,Sriwijaya FC.Meskipun gaji bulan juni udah cair tapi merupakan dana talangan dari pengurus dan sempat membuat awak SFC menjadi tidak tenang atas keterlambatan ini.
Bila dalam 3 minggu pelaksanaan superliga Indonesia saja beberapa klub udah kehabisan bensin(dana),maka tidak menutup kemungkinan kalau di minggu-minggu berikutnya jumlah klub yang mengalami masalah finansial semakin bertambah,bahkan kondisi ekstrim seperti mundurnya klub dari Superliga bakal terjadi.Siapa yang tahu?
(Sayap garuda)
Padahal kompetisi baru bergulir tiga minggu,yang menjadi pertanyaan kenapa hal itu bisa terjadi?Bukankah klub-klub peserta superliga Indonesia sudah lolos verifikasi?Adakah yang salah dengan verifikasi tersebut?
Persija adalah salah satu tim yang saat ini mengalami masalah finansial,para pemain tim berjuluk Macan Kemayoran itu dikabarkan baru menerima gaji hingga Mei. Sedangkan untuk Juni dan Juli, mereka belum dibayar.Dan hal serupa terjadi pada tetangga mereka yaitu Persitara Jakarta Utara yang notabene sama-sama tim yang mengemis uang APBD(uang rakyat).
Ironisnya hal tersebut juga terjadi pada juara Liga Indonesia tahun lalu,Sriwijaya FC.Meskipun gaji bulan juni udah cair tapi merupakan dana talangan dari pengurus dan sempat membuat awak SFC menjadi tidak tenang atas keterlambatan ini.
Bila dalam 3 minggu pelaksanaan superliga Indonesia saja beberapa klub udah kehabisan bensin(dana),maka tidak menutup kemungkinan kalau di minggu-minggu berikutnya jumlah klub yang mengalami masalah finansial semakin bertambah,bahkan kondisi ekstrim seperti mundurnya klub dari Superliga bakal terjadi.Siapa yang tahu?
(Sayap garuda)
Jumat, 11 Juli 2008
Liga Super Yang TIdak Super
Liga super Indonesia yang pertama akan mulai bergulir mulai hari ini,kasta tertinggi dari kompetisi sepakbola nasional yang diikuti oleh 18 tim (yang seharusnya)profesional terbaik di tanah air.Sebagai kompetisi yang berlabel Super Liga,seharusnya Liga super Indonesia dikelola dan dijalankan secara super dan profesional.Namun kenyataannya Liga Super Indonesia di kelola dan dijalankan jauh dari kata super dan profesional.
Dari ke 18 tim yang berkiprah di liga super Indonesia hanya beberapa tim saja yang dikelola secara profesional,tercatat tim seperti arema malang,Pelita Jaya jawa barat dan PKT bontang yang baru bisa di sebut tim profesioanal.Sedangkan tim lainnya masih merupakan Tim Plat Merah yang notabene selalu menggerogoti APBD.
Demikian juga dengan PSSI (BLI) sebagai penyelenggara Liga Super Indonesia,lembaga yang seharusnya menjadi lokomotif bagi terselenggaranya kompetisi yang profesional malah menjadi salah satu penghambat.Banyak kebijakan BLI yang tidak konsisten dalam menjalankan aturan dan verifikasi bagi tim peserta liga super.
Seringnya BLI menunda pengumuman ke-18 tim yang lolos verifikasi liga super,dan terlambatnya penyusunan jadual kompetisi menjadi sebagian kecil dari ketidakmampuan BLI dalam melaksanakan aturan Liga super Indonesia.
Dan yang paling membuat kita geleng-geleng kepala adalah kasus pengunduran PSMS 2hari sebelum Liga super Indonesia bergulir.Ini merupakan kombinasi dari tidak profesionalnya tim PSMS dan tentu saja tidak konsistennya BLI menyikapi kasus pengunduran diri PSMS.Bagaimana mungkin tim yang sudah dinyatakan lolos verifikasi ternyata malah mengundurkan diri sebelum liga itu bergulir.Dimana tujuan dari verifikasi itu sendiri?
Jadi wajar kalau kita mengatakan Liga Super Indonesia adalah liga yang tidak super,sebab sebelum kompetisi saja udah banyak yang melibatkan tim dan BLI.
Dan tidak menutup kemungkinan bakal ada tim yang mengundurkan diri ketika kompetisi sedang berjalan.
Namun sebagai pecinta sepakbola nasional,mari kita dukung Liga Super Indonesia.Dan kepada semua tim yang berpartisipasi mari kita berkompetisi secara adil dan kita junjung semangat Fair Play.
Dari ke 18 tim yang berkiprah di liga super Indonesia hanya beberapa tim saja yang dikelola secara profesional,tercatat tim seperti arema malang,Pelita Jaya jawa barat dan PKT bontang yang baru bisa di sebut tim profesioanal.Sedangkan tim lainnya masih merupakan Tim Plat Merah yang notabene selalu menggerogoti APBD.
Demikian juga dengan PSSI (BLI) sebagai penyelenggara Liga Super Indonesia,lembaga yang seharusnya menjadi lokomotif bagi terselenggaranya kompetisi yang profesional malah menjadi salah satu penghambat.Banyak kebijakan BLI yang tidak konsisten dalam menjalankan aturan dan verifikasi bagi tim peserta liga super.
Seringnya BLI menunda pengumuman ke-18 tim yang lolos verifikasi liga super,dan terlambatnya penyusunan jadual kompetisi menjadi sebagian kecil dari ketidakmampuan BLI dalam melaksanakan aturan Liga super Indonesia.
Dan yang paling membuat kita geleng-geleng kepala adalah kasus pengunduran PSMS 2hari sebelum Liga super Indonesia bergulir.Ini merupakan kombinasi dari tidak profesionalnya tim PSMS dan tentu saja tidak konsistennya BLI menyikapi kasus pengunduran diri PSMS.Bagaimana mungkin tim yang sudah dinyatakan lolos verifikasi ternyata malah mengundurkan diri sebelum liga itu bergulir.Dimana tujuan dari verifikasi itu sendiri?
Jadi wajar kalau kita mengatakan Liga Super Indonesia adalah liga yang tidak super,sebab sebelum kompetisi saja udah banyak yang melibatkan tim dan BLI.
Dan tidak menutup kemungkinan bakal ada tim yang mengundurkan diri ketika kompetisi sedang berjalan.
Namun sebagai pecinta sepakbola nasional,mari kita dukung Liga Super Indonesia.Dan kepada semua tim yang berpartisipasi mari kita berkompetisi secara adil dan kita junjung semangat Fair Play.
Rabu, 11 Juni 2008
analisis Indonesia Vs Vietnam
Pada pertandingan ini bendol berusaha merubah strategi seperti ketika ditahan imbang 1-1 oleh malaysia,dengan skema baru 4-4-2 bendol berjanji menyajikan pertandingan yang cantik dan menghibur.Namun yang terjadi sungguh jauh dari harapan kita sebagai penggemar TImnas.Pola yang dikembangkan timnas Indonesia SAMA SEKALI tidak berjalan dengan baik.Dan lagi-lagi masalah yang sama terjadi yaitu di lini tengah yang di komandani oleh kuartet ponaryo,haryono,firman utina dan eka ramdani.
Kedua sayap yang seharusnya bisa membongkar pertahanan lawan malah menjadi kartu mati bagi penyerangan timnas,tidak penetrasi dan tusukan-tusukan yang dilakukan oleh kedua sayap timnas.Dan di sektor tengah Ponaryo kembali tidak bisa menunjukkan penampilan terbaiknya,umpan-umpan yang diharapkan dari kakinya sama sekali tidak muncul sehingga kedua ujung tombak yang kali ini dipercayakan oleh aliyudin dan bambang tidak mendapatkan peluang yang membahayakan gawang vietnam yang kali ini dijaga oleh penjaga gawang naturalisasi dari brazil,santos.
Dibabak kedua kondisi ini semakin parah meski bendol berusaha melakukan beberapa perubahan dengan memasukkan budi,samsul dan ade.Tapi tidak berhasil melepaskan diri dari tekanan-tekanan yang dilakukan oleh Vietnam.Pada babk kedua Timnas bermain layaknya tim tarkam yang sama sekali tidah mempunya visi bermain.
Meskipun berhasil mengalahkan vietnam dengan keunggulan 1 gol,namun penampilan Timnas SANGAT MEMALUKAN.
Saran kami udah saatnya ponaryo dipinggirkan dari timnas INdonesia,masih banyak pemain tengah yang lebih berkualiatas dari seorang ponaryo.
MAJU TERUS TIMNAS INDONESIA(sayap garuda)
Kedua sayap yang seharusnya bisa membongkar pertahanan lawan malah menjadi kartu mati bagi penyerangan timnas,tidak penetrasi dan tusukan-tusukan yang dilakukan oleh kedua sayap timnas.Dan di sektor tengah Ponaryo kembali tidak bisa menunjukkan penampilan terbaiknya,umpan-umpan yang diharapkan dari kakinya sama sekali tidak muncul sehingga kedua ujung tombak yang kali ini dipercayakan oleh aliyudin dan bambang tidak mendapatkan peluang yang membahayakan gawang vietnam yang kali ini dijaga oleh penjaga gawang naturalisasi dari brazil,santos.
Dibabak kedua kondisi ini semakin parah meski bendol berusaha melakukan beberapa perubahan dengan memasukkan budi,samsul dan ade.Tapi tidak berhasil melepaskan diri dari tekanan-tekanan yang dilakukan oleh Vietnam.Pada babk kedua Timnas bermain layaknya tim tarkam yang sama sekali tidah mempunya visi bermain.
Meskipun berhasil mengalahkan vietnam dengan keunggulan 1 gol,namun penampilan Timnas SANGAT MEMALUKAN.
Saran kami udah saatnya ponaryo dipinggirkan dari timnas INdonesia,masih banyak pemain tengah yang lebih berkualiatas dari seorang ponaryo.
MAJU TERUS TIMNAS INDONESIA(sayap garuda)
Jumat, 06 Juni 2008
Analisis Indonesia vs malaysia
Pada pertandingan ini terlihat kalau Bendol tidak berani merombak dan memberikan perubahan dalam skema dan starting eleven yang ditampilkan.Trio penyerang masih di percayakan kepada Bambang,budi dan elly.Dan trio gelandang masih saja dipercayakan kepada ponaryo,samsul dan firman Utina.
Sedangkan maman dan kharis Yulianto di percaya untuk menggalang pertahanan disokong oleh dua Fullback Fandi mohtar dan ISnan Ali,diposisi penjaga gawang Dian Agus Prasetyo menjadi pengawal terakhir dari pertahanan Merah Putih.
Pada babak pertama pertandingan cenderung imbang meskipun secara shot on goal tim tamu sedikit unggul dari timnas Indonesia.Banyak serangan dari Indonesia gagal karena kurangnya kreativitas dari para pemain khususnya para gelandang.Hanya firman utina yang bisa memberikan kontribusi dalam penyerangan sedangkan samsul dan ponaryo seperti terjadi tumpang tindih posisi.Bahkan Samsul menjadi kartu mati bagi timnas Indonesia pada babak pertama.
Dan pertandingan babak pertama berakhir imbang 1-1,gol bagi indonesia diciptakan oleh bambang pamungkas.
DIbabak kedua tidak terjadi perubahan berarti dari permainan Timnas,kembali kurang kreatifnya para gelandang yang menjadi penyebabnya,meskipun bendol udah merubah skema dan permainan dengan memasukkan Ian kabes,haryono dan aliyuddin.
Skor tetep tidak berubah 1-1
Sedangkan maman dan kharis Yulianto di percaya untuk menggalang pertahanan disokong oleh dua Fullback Fandi mohtar dan ISnan Ali,diposisi penjaga gawang Dian Agus Prasetyo menjadi pengawal terakhir dari pertahanan Merah Putih.
Pada babak pertama pertandingan cenderung imbang meskipun secara shot on goal tim tamu sedikit unggul dari timnas Indonesia.Banyak serangan dari Indonesia gagal karena kurangnya kreativitas dari para pemain khususnya para gelandang.Hanya firman utina yang bisa memberikan kontribusi dalam penyerangan sedangkan samsul dan ponaryo seperti terjadi tumpang tindih posisi.Bahkan Samsul menjadi kartu mati bagi timnas Indonesia pada babak pertama.
Dan pertandingan babak pertama berakhir imbang 1-1,gol bagi indonesia diciptakan oleh bambang pamungkas.
DIbabak kedua tidak terjadi perubahan berarti dari permainan Timnas,kembali kurang kreatifnya para gelandang yang menjadi penyebabnya,meskipun bendol udah merubah skema dan permainan dengan memasukkan Ian kabes,haryono dan aliyuddin.
Skor tetep tidak berubah 1-1
Langganan:
Postingan (Atom)