Uji coba pertama tim nasional (timnas) Indonesia belum memuaskan pelatih Benny Dolo. Timnas ditahan 0-0 oleh legiun asing di Stadion Pelita Jaya Jawa Barat, Sawangan Depok.
Benny menggunakan tiga striker pada 30 menit pertama dari rencana 3x30 menit. Tiga bomber yang diturunkan terdiri atas Boaz Solossa, Bambang Pamungkas dan Budi Sudarsono.
Perubahan formasi yang dilakukan Bendol --panggilan Benny Dollo-- belum terlihat efektif di 10 menit pertama. Hanya ada satu peluang yang tercipta. Sayangnya, tandukan Bambang Pamungkas masih mampu ditangkap oleh kiper legiun asing.
Mantan striker Arema Malang, Emile Bamba nyaris menjebol gawang timnas di menit 20. Namun kesigapan kiper timnas, Ferry Rotinsulu masih mampu mengatasi situasi.
Lima menit menjelang babak pertama usai, Bendol mengganti dua pemain. Budi dan Pieter Rumaropean ditarik keluar dan diganti dengan Hariono dan M Ilham. Kali ini formasi kembali berubah menjadi 4-5-1.
Namun hingga pertandingan babak pertama usai, skor masih tetap tidak berubah 0-0.
Babak II
Bendol kembali melakukan perombakan pemain. Delapan pemain dimasukkan. Masing-masing adalah, Markus Horison, Nova Arianto, Maman Abdurahman, M Roby, Ismed Soyan, Ellie Aiboy, Arif Suyono, Erol Iba dan Mushafri. Sedangkan pemain yang dipertahankan hanya M Ilham dan Hariono.
Pertandingan tak banyak mengalami perubahan. Timnas hanya mendapat beberapa peluang tanpa berhasil mencetak gol hingga duel barjalan 20 menit.
Arif Suyono mencoba memecah kebuntuan. Setelah menerima umpan dari Mushafri, pemain Arema Malang itu coba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun sayang, tembakan itu masih melayang jauh di atas mistar gawang tim lawan.
Lima menit berselang, giliran Mushafri yang mendapat peluang matang dari Ismed Sofyan. Namun lagi-lagi striker Persiba itu kurang tenang. Bola hanya mendarat di sisi kiri gawang lawan setelah membentur pundaknya.
Tak lama berselang, Mushafri ditarik. Bendol menggantinya dengan Aliyudin. Namun, masuknya striker Persija itu tak membawa pengaruh banyak. Timnas masih belum mampu menjebol gawang legiun asing, skor teta 0-0.
Babak III
Bendol kembali melakukan perubahan. Kali ini Bendol menggunakan dua striker, Boaz Solossa dan Budi Sudarsono. Di lini tengah Bendol memasukkan Firman Utina dan Ponaryo Astaman.
Di lini belakang, masuk Ricardo Salampessy dan Charis Yulianto. Sedangkan posisi kiper ditempati oleh Dian Agus Prasetyo.
Timnas terus mendominasi jalannya pertandingan. Setidaknya ada lima peluang yang tercipta sepanjang babak ketiga. Salah satunya lewat kaki Budi Sudarsono. Namun, skor belum juga berubah karena tendangan Budi usai menerima umpan Arif Suyono masih melebar.
Di penghujung babak ketiga, Bendol kembali memasukkan Bambang Pamungkas menggantikan Budi Sudarsono. Namun, hingga akhir pertandingan skor tak berubah 0-0.
Starter Timnas
Kiper: Ferry Rotinsulu
Belakang: Ricardo Salampessy, Rahmat Latief, Charis Yulianto, Isnan Ali
Tengah: Firman Utina, Ponaryo Astaman, Pieter Rumaropen
Depan: Boaz Solossa, Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono [vivanews]
Selasa, 06 Januari 2009
Minggu, 04 Januari 2009
Kantongi Rahasia Oman
Timnas Indonesia mengaku telah mengantongi kekuatan Oman yang akan dihadapi pada kualifikasi Piala Asia 2011 Qatar, Senin (19/1).
Informasi kekuatan Oman tersebut didapat setelah Badan Tim Nasional (BTN) mendapat rekaman pertandingan. Dan, rekaman pertandingan itulah yang sekarang sedang dipelajari dengan serius oleh Pelatih Timnas Benny Dollo.
“Rekaman pertandingan ini memberi gambaran bahwa Oman itu bukan tim lemah. Paling tidak, Bendol (panggilan Benny Dollo) punya bekal, sehingga latihan di Sawangan lebih terarah,” ujar Ketua BTN Rahim Soekasah kemarin. Bendol pun mengakui sudah mempelajari rekaman Oman. Menurut dia, Oman adalah tim dengan beberapa kelebihan.
Kekuatan tim Negara Teluk ini banyak memainkan umpan-umpan pendek yang dinamis dan cepat. Kemampuan ini didukung dengan kemampuan dalam melepas umpan silang dari sayap. “Skill pemain mereka sangat merata. Keunggulan lainnya adalah postur tubuh mereka lebih besar dibanding pemain kita,” ujar Bendol.
Karena itu, Bendol menegaskan, serangan Oman harus dipatahkan sebelum masuk area tengah. Sebab, pemain gelandang mereka sangat aktif menusuk ke jantung pertahanan jika striker mereka mendapat pengawalan ketat. Selain itu, serangan Oman banyak dimulai dari sektor sayap yang berpeluang mencetak gol melalui sundulan kepala.
Meski begitu, Bendol menegaskan tak pernah gentar dengan pasukan Claude Le Roy. Mantan pelatih Persita dan Arema ini tetap yakin bakal mencuri angka pertama di kandang Oman. Apalagi, Charis Yulianto dkk memiliki keunggulan dalam hal kecepatan pemain.“ Kami juga harus bermain ngotot dan jangan membiarkan lawan mendikte permainan,” ujarnya.
Apalagi, Bendol memiliki pengalaman melawan tim dari Negeri Teluk sejak menukangi timnas Januari 2008 silam. Pertama adalah melawan Yaman pada laga uji coba, kedua saat menghadapi Libya di Final Piala Kemerdekaan. Pengalaman melawan Libya dan Yaman jadi modal tambahan Bendol mengukur kekuatan Oman.
“Kekuatan Oman sedikit banyak ada kesamaan dengan Yaman maupun Libya,” tukas Bendol. Sementara itu, latihan Jumat (2/1) kemarin masih belum komplit. Latihan yang digelar pada pukul 07.00 WIB itu hanya diikuti 25 pemain, sebab Boaz belum bergabung. Sedangkan Ponaryo Astaman masih dibekap cedera paha. Namun, keterlambatan Boaz masih ditoleransi karena dia sudah berangkat dari Papua. [mohammad sahlan/sindo]
Informasi kekuatan Oman tersebut didapat setelah Badan Tim Nasional (BTN) mendapat rekaman pertandingan. Dan, rekaman pertandingan itulah yang sekarang sedang dipelajari dengan serius oleh Pelatih Timnas Benny Dollo.
“Rekaman pertandingan ini memberi gambaran bahwa Oman itu bukan tim lemah. Paling tidak, Bendol (panggilan Benny Dollo) punya bekal, sehingga latihan di Sawangan lebih terarah,” ujar Ketua BTN Rahim Soekasah kemarin. Bendol pun mengakui sudah mempelajari rekaman Oman. Menurut dia, Oman adalah tim dengan beberapa kelebihan.
Kekuatan tim Negara Teluk ini banyak memainkan umpan-umpan pendek yang dinamis dan cepat. Kemampuan ini didukung dengan kemampuan dalam melepas umpan silang dari sayap. “Skill pemain mereka sangat merata. Keunggulan lainnya adalah postur tubuh mereka lebih besar dibanding pemain kita,” ujar Bendol.
Karena itu, Bendol menegaskan, serangan Oman harus dipatahkan sebelum masuk area tengah. Sebab, pemain gelandang mereka sangat aktif menusuk ke jantung pertahanan jika striker mereka mendapat pengawalan ketat. Selain itu, serangan Oman banyak dimulai dari sektor sayap yang berpeluang mencetak gol melalui sundulan kepala.
Meski begitu, Bendol menegaskan tak pernah gentar dengan pasukan Claude Le Roy. Mantan pelatih Persita dan Arema ini tetap yakin bakal mencuri angka pertama di kandang Oman. Apalagi, Charis Yulianto dkk memiliki keunggulan dalam hal kecepatan pemain.“ Kami juga harus bermain ngotot dan jangan membiarkan lawan mendikte permainan,” ujarnya.
Apalagi, Bendol memiliki pengalaman melawan tim dari Negeri Teluk sejak menukangi timnas Januari 2008 silam. Pertama adalah melawan Yaman pada laga uji coba, kedua saat menghadapi Libya di Final Piala Kemerdekaan. Pengalaman melawan Libya dan Yaman jadi modal tambahan Bendol mengukur kekuatan Oman.
“Kekuatan Oman sedikit banyak ada kesamaan dengan Yaman maupun Libya,” tukas Bendol. Sementara itu, latihan Jumat (2/1) kemarin masih belum komplit. Latihan yang digelar pada pukul 07.00 WIB itu hanya diikuti 25 pemain, sebab Boaz belum bergabung. Sedangkan Ponaryo Astaman masih dibekap cedera paha. Namun, keterlambatan Boaz masih ditoleransi karena dia sudah berangkat dari Papua. [mohammad sahlan/sindo]
Selasa, 23 Desember 2008
Bejo Merapat ke Deltras
Eks kapten Persebaya Surabaya, "Bejo" Sugiantoro dikabarkan merapat ke klub Jawa Timur lainnya, Deltras Sidoarjo. Konon, nilai kontrak yang ditawarkan Deltras sebesar Rp. 250 juta untuk setengah musim.
Bejo sendiri merupakan satu dari tujuh pemain yang resmi dilepas Persebaya karena tak setuju dengan rasionalisasi kontrak oleh manajemen.
"Saya hanya ingin mendapat klub yang dekat dengan daerah saya tinggal seperti Deltras, Persela Lamongan atau Arema Malang,'' kata mantan libero timnas itu.
Sementara itu manajer Deltras, George Handiwiyanto, hanya tinggal menunggu kesepakatan nilai kontrak yang ditawarkan sebesar Rp. 250 juta.
"Nilai itu hampir separuh dari nilai kontrak Bejo saat membela Persebaya sebesar Rp. 550 juta,'' ujar George.
Bila menjadi kenyataan, lini belakang tim berjuluk The Lobster itu akan semakin kuat jelang Liga Super Indonesia putaran kedua awal Januari. Mereka akan menjamu Persita Tangerang di Stadion Delta, Minggu (4/1) mendatang.
Sebelumnya sudah ada nama Firmansyah, M. Khusen, Bayu Sutha, Christian Rene Martinez, Hermawan dan dua rekrutan baru yakni Hermansyah dan Purwaka Yudhi.
Di ajang Copa sendiri, Deltras sudah lolos ke babak 16 besar usai mengandaskan tim asal Papua, Persidafon Dafonsoro dengan agregat akhir 6-0.
Bejo sendiri merupakan satu dari tujuh pemain yang resmi dilepas Persebaya karena tak setuju dengan rasionalisasi kontrak oleh manajemen.
"Saya hanya ingin mendapat klub yang dekat dengan daerah saya tinggal seperti Deltras, Persela Lamongan atau Arema Malang,'' kata mantan libero timnas itu.
Sementara itu manajer Deltras, George Handiwiyanto, hanya tinggal menunggu kesepakatan nilai kontrak yang ditawarkan sebesar Rp. 250 juta.
"Nilai itu hampir separuh dari nilai kontrak Bejo saat membela Persebaya sebesar Rp. 550 juta,'' ujar George.
Bila menjadi kenyataan, lini belakang tim berjuluk The Lobster itu akan semakin kuat jelang Liga Super Indonesia putaran kedua awal Januari. Mereka akan menjamu Persita Tangerang di Stadion Delta, Minggu (4/1) mendatang.
Sebelumnya sudah ada nama Firmansyah, M. Khusen, Bayu Sutha, Christian Rene Martinez, Hermawan dan dua rekrutan baru yakni Hermansyah dan Purwaka Yudhi.
Di ajang Copa sendiri, Deltras sudah lolos ke babak 16 besar usai mengandaskan tim asal Papua, Persidafon Dafonsoro dengan agregat akhir 6-0.
SFC Dapat Lampu Hijau dari Budi
SFC Dapat Lampu Hijau dari Budi
Sriwijaya FC (SFC) mendapatkan lampu hijau untuk merekrut striker Persik Kediri, Budi Sudarsono. Sang pemain mengatakan kalau SFC menjadi prioritas utamanya usai ia membereskan semua masalah dengan Persik.
Masalah yang dimaksud penyerang berjuluk "Si Ular Phyton" itu tak lain menyangkut haknya di Persik yang belum diselesaikan.
"Saya masih punya gaji selama dua bulan di Persik yang belum dibayar. Lumayan besar,'' kata Budi.
Diperkirakan, gaji pemain yang mencetak empat gol di AFF Suzuki Cup 2008 itu sebesar Rp. 90 juta per-bulannya. Jadi, bila dikalikan dua, maka gajinya sebesar Rp. 180 juta belum dibayar.
"Saya hanya menuntut hak saya saja. Setelah itu, saya bebas menentukan nasib sendiri,'' tambahnya.
Sebenarnya, klub Pelita Jaya Jawa Barat juga berniat dengan pemain yang selalu menggunakan nomor punggung 13 itu. Namun, Budi tampaknya tak terlalu berminat karena Pelita hanya berniat meminjam, beda dengan SFC yang ingin mengontraknya semusim.
Kabar ini pun disambut gembira manajer SFC, Baryadi, yang dengan setia menunggu perkembangan Budi.
"Budi kami proyeksikan untuk tampil di Liga Champions Asia,'' ujarnya singkat.
Pengundian LCA sendiri baru dilakukan 7 Januari 2009 mendatang di Abu Dhabi, United Arab Emirates (UAE). Namun dalam situs resmi AFC, SFC harus melakoni away perdana lawan klub asal Jepang.
Benson Terganjal Surat Keluar
Sementara itu dari Malang, pemain asing asal Liberia, Esaiah Pello Benson belum bisa bernafas lega untuk kembali klub lamanya, PSIS Semarang.
Benson belum bisa menandatangani kontrak di PSIS karena belum memiliki surat keluar dari klub sebelumnya, Arema Malang.
"Sikap Benson kami sesalkan. Dia pindah klub, namun urusannnya di sini belum selesai,'' ujar Manajer Arema. M. Taufan.
Yang jadi permasalahan, Benson meminta kompensasi gaji yang tertera di nilai kontraknya. Sedangkan manajemen Arema, hanya ingin membayarkan satu kali gaji saja.
Dari tujuh pemain Arema yang dibuang, hanya Bemson sja yang belum mengantongi surat keluar tersebut. Bila masalah ini berlarut-larut, bisa dipastikan nasibnya akan menggantung saat putaran kedua dimulai.
(Edp)
Sriwijaya FC (SFC) mendapatkan lampu hijau untuk merekrut striker Persik Kediri, Budi Sudarsono. Sang pemain mengatakan kalau SFC menjadi prioritas utamanya usai ia membereskan semua masalah dengan Persik.
Masalah yang dimaksud penyerang berjuluk "Si Ular Phyton" itu tak lain menyangkut haknya di Persik yang belum diselesaikan.
"Saya masih punya gaji selama dua bulan di Persik yang belum dibayar. Lumayan besar,'' kata Budi.
Diperkirakan, gaji pemain yang mencetak empat gol di AFF Suzuki Cup 2008 itu sebesar Rp. 90 juta per-bulannya. Jadi, bila dikalikan dua, maka gajinya sebesar Rp. 180 juta belum dibayar.
"Saya hanya menuntut hak saya saja. Setelah itu, saya bebas menentukan nasib sendiri,'' tambahnya.
Sebenarnya, klub Pelita Jaya Jawa Barat juga berniat dengan pemain yang selalu menggunakan nomor punggung 13 itu. Namun, Budi tampaknya tak terlalu berminat karena Pelita hanya berniat meminjam, beda dengan SFC yang ingin mengontraknya semusim.
Kabar ini pun disambut gembira manajer SFC, Baryadi, yang dengan setia menunggu perkembangan Budi.
"Budi kami proyeksikan untuk tampil di Liga Champions Asia,'' ujarnya singkat.
Pengundian LCA sendiri baru dilakukan 7 Januari 2009 mendatang di Abu Dhabi, United Arab Emirates (UAE). Namun dalam situs resmi AFC, SFC harus melakoni away perdana lawan klub asal Jepang.
Benson Terganjal Surat Keluar
Sementara itu dari Malang, pemain asing asal Liberia, Esaiah Pello Benson belum bisa bernafas lega untuk kembali klub lamanya, PSIS Semarang.
Benson belum bisa menandatangani kontrak di PSIS karena belum memiliki surat keluar dari klub sebelumnya, Arema Malang.
"Sikap Benson kami sesalkan. Dia pindah klub, namun urusannnya di sini belum selesai,'' ujar Manajer Arema. M. Taufan.
Yang jadi permasalahan, Benson meminta kompensasi gaji yang tertera di nilai kontraknya. Sedangkan manajemen Arema, hanya ingin membayarkan satu kali gaji saja.
Dari tujuh pemain Arema yang dibuang, hanya Bemson sja yang belum mengantongi surat keluar tersebut. Bila masalah ini berlarut-larut, bisa dipastikan nasibnya akan menggantung saat putaran kedua dimulai.
(Edp)
Jumat, 19 Desember 2008
Mereka Masih Ada!!
Memang kekalahan yang didapatkan ketika TImnas Indonesia menghadapi Thailand pada pertandingan pertama semifinal piala AFF,namun apa yang di lakukan oleh suporter Indonesia merupakan sebuah pengabdian yang menembus segala batas.
Mereka menembus batas klub,mereka juga menembus batas daerah,mereka juga menembus batas bahasa hanya untuk memberikan sokongan moral buat tim kesayangan mereka Tim Merah putih.
Tarian dan nyanyian yang menggema seantero senayan seakan menyayat di setiap gendang telinga penikmat TImnas merah putih,meski mereka tidak berada di stadion Gelora Bung Karno namun jiwa dan harapan mereka terbang disana.
Tidak peduli kekalahan demi kekalahan dan kegagalan demi kegagalan yang di persembahkan para suporter Indonesia dengan segala atribut kebesaran tetep berada di belakang Tim Garuda.
MEREKA MASIH ADA!!
Mereka menembus batas klub,mereka juga menembus batas daerah,mereka juga menembus batas bahasa hanya untuk memberikan sokongan moral buat tim kesayangan mereka Tim Merah putih.
Tarian dan nyanyian yang menggema seantero senayan seakan menyayat di setiap gendang telinga penikmat TImnas merah putih,meski mereka tidak berada di stadion Gelora Bung Karno namun jiwa dan harapan mereka terbang disana.
Tidak peduli kekalahan demi kekalahan dan kegagalan demi kegagalan yang di persembahkan para suporter Indonesia dengan segala atribut kebesaran tetep berada di belakang Tim Garuda.
MEREKA MASIH ADA!!
Selasa, 16 Desember 2008
Jelang Hadapai Thailand, Bendol Mulai Panik
Pelatih timnas Indonesia Benny Dollo (foto) tampak panik jelang menghadapi Thailand di leg pertama babak semi-final Piala AFF Suzuki 2008 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (16/12) malam.
Hal itu dapat dilihat dengan pernyataan pelatih bertubuh tambun yang akrab di sapa Bendol ini, dalam memberikan keterangan pers di Hotel The Sultan, Jakarta, Senin. Menurutnya, beban yang dihadapi jelang melawan Thailand cukup berat.
"Saya sudah menyatakan kepada ketua umum (Nurdin Halid) saat berkunjung di kediamannya tadi malam. Jujur saja, saya tidak kuat menahan 'Tsunami' ini sendiri. Saya butuh dukungan semua pihak. Bagaimana pun, ini adalah tugas kita semua," tegasnya.
Pernyataan tersebut menyiratkan jika Bendol sudah mulai panik menghadapi beban mental jelang melakoni laga krusial melawan Thailand. Padahal sebagai pelatih kepala, ia harus sanggup menahan beban seberat apa pun. Terebih jika itu terkait dengan prestasi anak asuhnya.
Pada kesempatan itu, Bendol pun kembali mengeluhkan waktu persiapan yang menurutnya sangat minim. Padahal, semula ia selalu menyatakan optimisnya bisa mempersembahkan juara AFF musim ini. Menurutnya, dengan mepetnya persiapan, tidak banyak yang bisa dilakukan. [Goal]
Hal itu dapat dilihat dengan pernyataan pelatih bertubuh tambun yang akrab di sapa Bendol ini, dalam memberikan keterangan pers di Hotel The Sultan, Jakarta, Senin. Menurutnya, beban yang dihadapi jelang melawan Thailand cukup berat.
"Saya sudah menyatakan kepada ketua umum (Nurdin Halid) saat berkunjung di kediamannya tadi malam. Jujur saja, saya tidak kuat menahan 'Tsunami' ini sendiri. Saya butuh dukungan semua pihak. Bagaimana pun, ini adalah tugas kita semua," tegasnya.
Pernyataan tersebut menyiratkan jika Bendol sudah mulai panik menghadapi beban mental jelang melakoni laga krusial melawan Thailand. Padahal sebagai pelatih kepala, ia harus sanggup menahan beban seberat apa pun. Terebih jika itu terkait dengan prestasi anak asuhnya.
Pada kesempatan itu, Bendol pun kembali mengeluhkan waktu persiapan yang menurutnya sangat minim. Padahal, semula ia selalu menyatakan optimisnya bisa mempersembahkan juara AFF musim ini. Menurutnya, dengan mepetnya persiapan, tidak banyak yang bisa dilakukan. [Goal]
Senin, 15 Desember 2008
Komparasi Bendol vs Peter Reid
Indonesia akan bersua Thailand di semifinal leg pertama Piala AFF 2008, Selasa, 16 Desember 2008, besok. Dua arsitek masing-masing kubu, Benny Dollo dan Peter Reid, akan menjadi sosok penting di balik dua tim yang akan berlaga.
Kalau dilihat curriculum vitae kedua pelatih, Dollo punya sejarah kepelatihan yang lebih panjang ketimbang Reid. Bendol, begitu Benny Dollo biasa disapa, pertama kali menjadi pelatih tahun 1983. Ia saat itu menangani klub UMS 80.
Peter Reid di tahun 1983, masih aktif menjadi pemain di Everton. Pria yang kini berusia 52 tahun itu baru mulai melatih, sambil tetap berperan sebagai pemain, pada tahun 1990. Klub yang ditukangi jelas lebih tersohor, Manchester City.
Setelah melatih City selama tiga tahun, ia baru kembali menangani sebuah tim pada tahun 1995. Reid, yang kala perempatfinal Piala Dunia 1986 adalah salah satu dari pemain Inggris yang kepayahan mengejar Maradona sebelum pemain Argentina itu mencetak gol kedua, di tahun 1995 menangani Sunderland selama tujuh tahun, kemudian Leeds United (8 bulan), Coventry (7 bulan).
Coventry adalah klub terakhir yang ia tangani. Reid dari tahun 1995 menjadi pengangguran sebelum akhirnya dipilih untuk menangani timnas Thailand. Di level klub tak ada gelar juara yang berhasil ia raih bersama anak asuhnya. Baru bersama Thailand, ia sukses merasakan gelar dengan menjuarai T&T Cup setelah mengalahkan Korea Utara dan main imbang melawan tuan rumah Vietnam.
Benny Dollo, kalau dilihat dari kesuksesan membawa timnya juara, jelas lebih baik. Tiga kali ia membawa Arema Malang menjadi juara yakni di divisi satu (2004) dan Copa Indonesia (2005 dan 2006). Bersama timnas, Bendol satu kali merasakan gelar juara yakni di Piala Kemerdekaan 2008.
Melawan Thailand besok, tantangan besar harus dihadapi Bendol. Momok menakutkan Thailand harus mampu diatasi agar perjuangan di leg kedua 20 Desember mendatang tidak harus berubah menjadi sebuah mission impossible belaka. [vivanews]
Kalau dilihat curriculum vitae kedua pelatih, Dollo punya sejarah kepelatihan yang lebih panjang ketimbang Reid. Bendol, begitu Benny Dollo biasa disapa, pertama kali menjadi pelatih tahun 1983. Ia saat itu menangani klub UMS 80.
Peter Reid di tahun 1983, masih aktif menjadi pemain di Everton. Pria yang kini berusia 52 tahun itu baru mulai melatih, sambil tetap berperan sebagai pemain, pada tahun 1990. Klub yang ditukangi jelas lebih tersohor, Manchester City.
Setelah melatih City selama tiga tahun, ia baru kembali menangani sebuah tim pada tahun 1995. Reid, yang kala perempatfinal Piala Dunia 1986 adalah salah satu dari pemain Inggris yang kepayahan mengejar Maradona sebelum pemain Argentina itu mencetak gol kedua, di tahun 1995 menangani Sunderland selama tujuh tahun, kemudian Leeds United (8 bulan), Coventry (7 bulan).
Coventry adalah klub terakhir yang ia tangani. Reid dari tahun 1995 menjadi pengangguran sebelum akhirnya dipilih untuk menangani timnas Thailand. Di level klub tak ada gelar juara yang berhasil ia raih bersama anak asuhnya. Baru bersama Thailand, ia sukses merasakan gelar dengan menjuarai T&T Cup setelah mengalahkan Korea Utara dan main imbang melawan tuan rumah Vietnam.
Benny Dollo, kalau dilihat dari kesuksesan membawa timnya juara, jelas lebih baik. Tiga kali ia membawa Arema Malang menjadi juara yakni di divisi satu (2004) dan Copa Indonesia (2005 dan 2006). Bersama timnas, Bendol satu kali merasakan gelar juara yakni di Piala Kemerdekaan 2008.
Melawan Thailand besok, tantangan besar harus dihadapi Bendol. Momok menakutkan Thailand harus mampu diatasi agar perjuangan di leg kedua 20 Desember mendatang tidak harus berubah menjadi sebuah mission impossible belaka. [vivanews]
Langganan:
Postingan (Atom)