Pendukung setia Persib Bandung akhirnya dihukum larangan memasuki stadion di seluruh Indonesia selama satu tahun oleh komisi disiplin (Komdis PSSI). Selain itu panitia pelaksana (Panpel) pertandingan Persib pun didenda Rp50 juta.
Komisi disiplin (Komdis) PSSI akhirnya menjatuhkan hukuman kepada Bobotoh --pendukung setia Persib Bandung-- berupa larangan memasuki semua stadion di seluruh Indonesia, untuk menyaksikan pertandingan resmi yang digelar PSSI selama satu tahun.
Hukuman itu diberikan menyusul kerusuhan yang mereka lakukan ketika Persib menjamu seteru abadinya Persija Jakarta di Stadion Siliwangi, Bandung, Minggu (20/7) malam. Di mana big match itu akhirnya dimenangkan Persija 3-2 setelah pertandingan sempat terhenti sekitar 20 menit akibat kerusuhan.
Menurut ketua Komdis PSSI Hinca IP Panjaitan dalam keterangan persnya usai sidang di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (22/7) petang, pemberian hukuman setahun buat Bobotoh itu karena beberapa pertimbangan. Salah satunya, karena laga antara Persib dan Persija itu masih bisa terlaksana hingga selesai, meski sempat terhenti sekitar 20 menit.
"Kasus Bobotoh ini beda dengan kerusuhan yang dilakukan Aremania di Kediri. Sebab, pertandingan antara Persib dan Persija masih bisa terlaksana hingga selesai. Sementara di Kediri, kerusuhan yang dilakukan Aremania kala itu menyebabkan pertandingan tidak bisa dilanjutkan sama sekali," kata Hinca.
Untuk itu lanjutnya, Komdis melihat masih ada poin yang meringankan Bobotoh. Meski demikian masih kata Hinca, Komdis juga memberikan masa percobaan selama enam bulan kepada Bobotoh untuk tidak melakukan tindakan rasisme. Yakni, menggunakan atribut atau apa pun yang sifatnya menghujat atau hal yang bisa menimbulkan perpecahan.
"Jika pelanggaran rasisme ini masih dilakukan Bobotoh, maka kami akan menjatuhkan sanksi untuk Persib berupa denda sebesar Rp200 juta. Untuk itu, kami meminta BLI (Badan Liga Indonesia) agar berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk melakukan razia atribut berbau rasis," beber Hinca.
Ditambahkannya, karena pihak panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persib sendiri sudah berusaha menggelar laga itu sebaik mungkin, sehingga hal itu pun menjadi poin tersendiri. Meski demikian, Panpel Persib tetap dihukum berupa denda sebesar Rp50 juta, karena dinilai gagal menjaga keamanan dan kelancaran pertandingan. [goal]
Rabu, 23 Juli 2008
Selasa, 22 Juli 2008
Bobotoh Tak Mau Dituding Sebagai Pemicu Kerusuhan
Bobotoh menampik dituding sebagai pemicu kerusuhan yang merusak pertandingan Persib-Persija di Stadion Siliwangi, Minggu (20/7) malam. Sebaliknya bobotoh menunjuk wasit Alil Rinenggo sebagai biang keladi kerusuhan karena dinilai tidak adil dalam memimpin pertandingan.
Yana Bool, salah seorang pendiri Viking, meminta semua pihak tidak terlalu menyalahkan bobotoh terkait kerusuhan di Stadion Siliwangi, Minggu malam kemarin.
"Kita ini sudah sabar tapi karena wasitnya kurang ajar, maka terjadi lah kerusuhan itu. Kalau kita mau rusuh mah, mungkin sejak awal kita hajar aja pemain Persija, tapi kan ini tidak dilakukan," kata Yana, Senin (21/7).
Yana punya keyakinan, jika wasit memimpin pertandingan dengan baik, kerusuhan itu tidak akan terjadi. Menurut Yana, pernyataan yang menyebutkan bobotoh tidak bisa menerima jika Persib kalah merupakan pernyataan yang keliru.
"Beberapa kali Persib kalah saat uji coba maupun pertandingan resmi tapi nggak rusuh tuh. Jadi harus dibedakan, partai Persib-Persija itu rusuh karena kepemimpinan wasitnya buruk," tandas Yana.
Ketua Viking Heru Joko menyesali adanya kerusuhan pada pertandingan Persib versus Persija yang berakhir kekalahan 2-3 tim Maung Bandung. Namun Heru menggaris bawahi, wasit yang diturunkan untuk pertandingan Persib-Persija, adalah wasit yang harus mengetahui atmosfir pendukung sepakbola di Bandung.
"Bukan berarti kami meminta wasit untuk memberi kemenangan kepada Persib. Tapi wasit harus lebih jeli pada pertandingan big match seperti Persib lawan Persija," ujar Heru.
Ketua The Bomber Asep Abdul yang saat pertandingan Persib-Persija menonton di tribun selatan bersama anggotanya mengatakan, selain buruknya kepemimpinan wasit, kerusuhan itu juga diakibatkan tidak nyamannya menonton di dalam stadion.
"Geus mah tiketnya mahal, nyarinya susah., terus di dalam stadion pasedek-sedek (berdesakan, Red)," ujar Asep.
Menurut Asep, di tribun selatan, ia sudah berusaha meredam emosi penonton. Asep menurutkan, dia dan rekan-rekannya dari Bomber akhirnya memilih keluar Stadion karena penonton justru makin beringas. [TJ]
Yana Bool, salah seorang pendiri Viking, meminta semua pihak tidak terlalu menyalahkan bobotoh terkait kerusuhan di Stadion Siliwangi, Minggu malam kemarin.
"Kita ini sudah sabar tapi karena wasitnya kurang ajar, maka terjadi lah kerusuhan itu. Kalau kita mau rusuh mah, mungkin sejak awal kita hajar aja pemain Persija, tapi kan ini tidak dilakukan," kata Yana, Senin (21/7).
Yana punya keyakinan, jika wasit memimpin pertandingan dengan baik, kerusuhan itu tidak akan terjadi. Menurut Yana, pernyataan yang menyebutkan bobotoh tidak bisa menerima jika Persib kalah merupakan pernyataan yang keliru.
"Beberapa kali Persib kalah saat uji coba maupun pertandingan resmi tapi nggak rusuh tuh. Jadi harus dibedakan, partai Persib-Persija itu rusuh karena kepemimpinan wasitnya buruk," tandas Yana.
Ketua Viking Heru Joko menyesali adanya kerusuhan pada pertandingan Persib versus Persija yang berakhir kekalahan 2-3 tim Maung Bandung. Namun Heru menggaris bawahi, wasit yang diturunkan untuk pertandingan Persib-Persija, adalah wasit yang harus mengetahui atmosfir pendukung sepakbola di Bandung.
"Bukan berarti kami meminta wasit untuk memberi kemenangan kepada Persib. Tapi wasit harus lebih jeli pada pertandingan big match seperti Persib lawan Persija," ujar Heru.
Ketua The Bomber Asep Abdul yang saat pertandingan Persib-Persija menonton di tribun selatan bersama anggotanya mengatakan, selain buruknya kepemimpinan wasit, kerusuhan itu juga diakibatkan tidak nyamannya menonton di dalam stadion.
"Geus mah tiketnya mahal, nyarinya susah., terus di dalam stadion pasedek-sedek (berdesakan, Red)," ujar Asep.
Menurut Asep, di tribun selatan, ia sudah berusaha meredam emosi penonton. Asep menurutkan, dia dan rekan-rekannya dari Bomber akhirnya memilih keluar Stadion karena penonton justru makin beringas. [TJ]
Senin, 21 Juli 2008
Persib Siap Terima Sanksi Komdis
Buntut dari kerusuhan yang ditimbulkan suporter Persib Bandung karena timnya kalah dari Persija Jakarta, membuat Ketua Panpel Iwan Kardiwan, pasrah dan siap menerima sanksi dari Komisi Displin (Komdis) PSSI.
Iwan mengakui bahwa bukan masalah jumlah penonton yng melebihi kapasitas stadion, namun efek kekalahan Persib lah yang membuat suporter melakuakn aksi anarkis.
"Kami mencetak tiket tak lebih dari kapasitas stadion. Kemudian, aparat kemanan telah disiapkna sekitar 1800 orang, sesuai manual BLI,'' ujar Iwan.
Para Viking dan bobotoh melakukan aksi melmpar batu dan botol-boto plastik serta petasan yang diarahkna kepada aparat keamanan.
Bahkan dikabarkan, spanduk dan tower kamera TV Swasta Antv yang meliput jalannya pertandingan secara langsung, pun rubuh. Tak hanya itu, pagar penghalang pun, tak luput dari amukan dan pintu masuk tribun Timur rusak didobrak dari luar.
Para pemain Persija pun sempat tertahan 45 menit di dalam stadion. Mereka dipindahkan dari tempat penginapan sebelumnya, karena alasan keamanan.
Sedianya Komdis akan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan pertandingan.
"Kami akan panggil mereka dan akan mengakumulasikan hukuman apa yang pantas untuk mereka,'' ujar Wakil Ketua Komdis PSSI, Bernhard Limbong, yang ikut menyaksikan pertandingan tersebut.
Di tempat yang sama, Gubbernur terpilih, Ahmad Heryawan sangat menyayangkan kejadian tersebut, namun tetap bangga pada perjuanagan pemain Persib.
"Dalam kondisi seperti ini, pastinya banyak pihak yang dirugikan,'' ujarnya.
Sementara wakilnya, Dede Yusuf, justru menyoroti kapasitas Stadion Siliwnagi yang terlalu sempit dan padat.
"Solusi terbaik adalah membangun stadion baru yang luas dan bisa menampung semua,'' ujar mantan anggota DPR itu. [biangbola]
Iwan mengakui bahwa bukan masalah jumlah penonton yng melebihi kapasitas stadion, namun efek kekalahan Persib lah yang membuat suporter melakuakn aksi anarkis.
"Kami mencetak tiket tak lebih dari kapasitas stadion. Kemudian, aparat kemanan telah disiapkna sekitar 1800 orang, sesuai manual BLI,'' ujar Iwan.
Para Viking dan bobotoh melakukan aksi melmpar batu dan botol-boto plastik serta petasan yang diarahkna kepada aparat keamanan.
Bahkan dikabarkan, spanduk dan tower kamera TV Swasta Antv yang meliput jalannya pertandingan secara langsung, pun rubuh. Tak hanya itu, pagar penghalang pun, tak luput dari amukan dan pintu masuk tribun Timur rusak didobrak dari luar.
Para pemain Persija pun sempat tertahan 45 menit di dalam stadion. Mereka dipindahkan dari tempat penginapan sebelumnya, karena alasan keamanan.
Sedianya Komdis akan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan pertandingan.
"Kami akan panggil mereka dan akan mengakumulasikan hukuman apa yang pantas untuk mereka,'' ujar Wakil Ketua Komdis PSSI, Bernhard Limbong, yang ikut menyaksikan pertandingan tersebut.
Di tempat yang sama, Gubbernur terpilih, Ahmad Heryawan sangat menyayangkan kejadian tersebut, namun tetap bangga pada perjuanagan pemain Persib.
"Dalam kondisi seperti ini, pastinya banyak pihak yang dirugikan,'' ujarnya.
Sementara wakilnya, Dede Yusuf, justru menyoroti kapasitas Stadion Siliwnagi yang terlalu sempit dan padat.
"Solusi terbaik adalah membangun stadion baru yang luas dan bisa menampung semua,'' ujar mantan anggota DPR itu. [biangbola]
Batu Berterbangan di Siliwangi
Pertandingan Persib Bandung versus Persija Jakarta terpaksa dihentikan wasit karena batu-batu beterbangan ke tengah lapangan dalam laga Indonesian Super League (ISL) di Stadion Siliwangi, Minggu (20/7/2008).
Menjelang menit-menit terakhir pertandingan, saat pasukan "Maung Bandung" tertinggal 1-3, pendukung Persib atau yang dikenal dengan sebutan bobotoh mengamuk.
Mereka melemparkan batu dan benda-benda lain ke arah lapangan. Awalnya lemparan batu berasal dari bobotoh yang berada di luar stadion di tribun utara, dan mengenai bobotoh yang berada di dalam. Namun lemparan batu pun dilakukan oleh bobotoh yang berada di dalam.
Akibat aksi ini, pertandingan dihentikan. Mobil anti huru hara berkeliling lapangan untuk menghalau, namun amarah penonton makin menjadi.
Tak tanggung-tanggung, batu sebesar kepala bayi pun dilempar ke lapangan. Terlihat batu berseliweran di lapangan. Pintu masuk di tribun utara rusak dijebol.
Tak hanya itu, di tribun timur terlihat api menyala di bangku penonton. Tak jelas apa yang mereka bakar. Titik api terlihat hingga lima titik. Tak puas melempari batu dan membakar, pintu masuk tribun timur rusak didobrak bobotoh dari luar. Pagar penghalang antara pentonton dan lapangan di timur pun rusak [detik]
Menjelang menit-menit terakhir pertandingan, saat pasukan "Maung Bandung" tertinggal 1-3, pendukung Persib atau yang dikenal dengan sebutan bobotoh mengamuk.
Mereka melemparkan batu dan benda-benda lain ke arah lapangan. Awalnya lemparan batu berasal dari bobotoh yang berada di luar stadion di tribun utara, dan mengenai bobotoh yang berada di dalam. Namun lemparan batu pun dilakukan oleh bobotoh yang berada di dalam.
Akibat aksi ini, pertandingan dihentikan. Mobil anti huru hara berkeliling lapangan untuk menghalau, namun amarah penonton makin menjadi.
Tak tanggung-tanggung, batu sebesar kepala bayi pun dilempar ke lapangan. Terlihat batu berseliweran di lapangan. Pintu masuk di tribun utara rusak dijebol.
Tak hanya itu, di tribun timur terlihat api menyala di bangku penonton. Tak jelas apa yang mereka bakar. Titik api terlihat hingga lima titik. Tak puas melempari batu dan membakar, pintu masuk tribun timur rusak didobrak bobotoh dari luar. Pagar penghalang antara pentonton dan lapangan di timur pun rusak [detik]
BLI Minta Panpel PSM Dievaluasi
Pelaksana (Panpel) pertandingan PSM Makassar tampaknya harus berurusan dengan Badan Liga Indonesia (BLI). Ada beberapa catatan khusus yang diberikan BLI kepada panpel usai PSM menjamu Deltras Sidoarjo di Stadion Mattoanging Andi Mattalatta, Makassar, Sabtu lalu.
Dari hasil pengamatan BLI yang menyaksikan pertandingan tersebut, banyak pelanggaran yang dilakukan oleh para pendukung PSM.
Antara lain, masih banyak orang yang tidak berkepentingan berada di daerah terlarang (area pinggir lapangan dekat pintu keluar masuk pemain), lampu stadion kurang terang, papan skor harus diganti, dan masih ada petasan.
Agar pelanggaran tersebut tidak terulang lagi di laga home berikutnya, Direktur Kompetisi BLI, Joko Driyono, meminta panpel PSM harus melakukan evaluasi.
"Insya Allah hari Rabu (23/7) kita terbitkan hasil evaluasinya, berikut catatan dari staf BLI yang menyaksikan pertandigan PSM melawan Deltras," kata Joko, Minggu (20/7).
Manajer PSM, M Ishlah Idrus, mengaku sudah mendapat teguran dari BLI. Namun, dalam teguran tersebut, BLI belum menyebutkan sanksi apa yang bakal diterima PSM.
"Saya belum tahu (kena sanksi atau tidak). Tapi, ini memang sempat mengkhawatirkan kami," kata Ishlah. [TTM]
Dari hasil pengamatan BLI yang menyaksikan pertandingan tersebut, banyak pelanggaran yang dilakukan oleh para pendukung PSM.
Antara lain, masih banyak orang yang tidak berkepentingan berada di daerah terlarang (area pinggir lapangan dekat pintu keluar masuk pemain), lampu stadion kurang terang, papan skor harus diganti, dan masih ada petasan.
Agar pelanggaran tersebut tidak terulang lagi di laga home berikutnya, Direktur Kompetisi BLI, Joko Driyono, meminta panpel PSM harus melakukan evaluasi.
"Insya Allah hari Rabu (23/7) kita terbitkan hasil evaluasinya, berikut catatan dari staf BLI yang menyaksikan pertandigan PSM melawan Deltras," kata Joko, Minggu (20/7).
Manajer PSM, M Ishlah Idrus, mengaku sudah mendapat teguran dari BLI. Namun, dalam teguran tersebut, BLI belum menyebutkan sanksi apa yang bakal diterima PSM.
"Saya belum tahu (kena sanksi atau tidak). Tapi, ini memang sempat mengkhawatirkan kami," kata Ishlah. [TTM]
Minggu, 20 Juli 2008
Persik Kritik Timnas
Persiapan Persik jelang laga kandang pertama mereka kembali terganggu. Lagi-lagi, beberapa pemainnya bakal absen latihan. Padahal, jadwal terdekat mereka adalah menghadapi PSIS Semarang dan Pelita Jaya Purwakarta.
Mereka yang absen adalah Markus Horison, Budi Sudarsono, dan Muhammad Roby. Sebabnya, apa lagi kalau bukan karena ketiga pemain tersebut harus mengikuti pemusatan latihan timnas. "Iya nih tiba-tiba dipanggil, harus gabung timnas lagi di Jakarta," kata kiper Markus Horison sesesaat sebelum bertolak dari Bandung.
Kepada Radar Kediri, Markus mengaku agak terkejut dengan pemanggilan tersebut. Pasalnya hal itu dilakukan secara tiba-tiba. "Ini baru tahu. Mulai Senin ini harus latihan dengan timnas," kata mantan pemain PSMS Medan tersebut.
Akibat pemanggilan mendadak tersebut, ketiga pemain tersebut akhirnya tidak bisa pulang bersama pemain lainnya kembali ke Kediri. Mereka bahkan langsung menuju Jakarta untuk mengikuti pemusatan latihan tersebut.
Kiper yang bernama muslim Muhammad Haris Maulana itu mengaku pemanggilan mendadak tersebut dilakukan untuk persiapan Indonesia yang harus menghadapi New Zealand. "Rencananya 24 Juli ini mainnya," katanya.
Yang agak melegakan, kali ini tidak begitu banyak pemain yang dipanggil oleh Beny Dollo. Jika sebelumnya tujuh pemain Persik pernah dipanggil semua untuk mengikuti pemusatan latihan tersebut, kini tinggal ada tiga pemain.
Sehingga nama-nama langganan timnas lainnya seperti Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, Usep Munandar, dan Mahyadi Panggabean bisa tetap latihan bersama di Stadion Brawijaya. Kabarnya kali ini timnas memang sengaja tidak memanggil banyak pemain dari masing-masing tim. "Total hanya 21, jadi berkurang sekali dibanding dulu," pungkas Markus.
Dikonfirmasi atas hal itu, pelatih Persik Arcan Iurie terlihat geram. Pasalnya meski saat pertandingan kandang perdana nanti ketiganya bisa turun, tapi para pemain tersebut tidak bisa melahap program latihan yang dia inginkan. "Kondisi pemain tidak akan sama. Apa yang akan kita persiapkan di sini tidak bisa mereka dapatkan," keluhnya.
Iurie juga mengritik pedas timnas atas pemanggilan tersebut. "Dulu mereka menjamin jadwal kompetisi tidak akan berbenturan dengan jadwal timnas. Sekarang mereka memanggil pemain semau mereka. Kita di sini dapat apa?" ketusnya. [RK]
Mereka yang absen adalah Markus Horison, Budi Sudarsono, dan Muhammad Roby. Sebabnya, apa lagi kalau bukan karena ketiga pemain tersebut harus mengikuti pemusatan latihan timnas. "Iya nih tiba-tiba dipanggil, harus gabung timnas lagi di Jakarta," kata kiper Markus Horison sesesaat sebelum bertolak dari Bandung.
Kepada Radar Kediri, Markus mengaku agak terkejut dengan pemanggilan tersebut. Pasalnya hal itu dilakukan secara tiba-tiba. "Ini baru tahu. Mulai Senin ini harus latihan dengan timnas," kata mantan pemain PSMS Medan tersebut.
Akibat pemanggilan mendadak tersebut, ketiga pemain tersebut akhirnya tidak bisa pulang bersama pemain lainnya kembali ke Kediri. Mereka bahkan langsung menuju Jakarta untuk mengikuti pemusatan latihan tersebut.
Kiper yang bernama muslim Muhammad Haris Maulana itu mengaku pemanggilan mendadak tersebut dilakukan untuk persiapan Indonesia yang harus menghadapi New Zealand. "Rencananya 24 Juli ini mainnya," katanya.
Yang agak melegakan, kali ini tidak begitu banyak pemain yang dipanggil oleh Beny Dollo. Jika sebelumnya tujuh pemain Persik pernah dipanggil semua untuk mengikuti pemusatan latihan tersebut, kini tinggal ada tiga pemain.
Sehingga nama-nama langganan timnas lainnya seperti Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, Usep Munandar, dan Mahyadi Panggabean bisa tetap latihan bersama di Stadion Brawijaya. Kabarnya kali ini timnas memang sengaja tidak memanggil banyak pemain dari masing-masing tim. "Total hanya 21, jadi berkurang sekali dibanding dulu," pungkas Markus.
Dikonfirmasi atas hal itu, pelatih Persik Arcan Iurie terlihat geram. Pasalnya meski saat pertandingan kandang perdana nanti ketiganya bisa turun, tapi para pemain tersebut tidak bisa melahap program latihan yang dia inginkan. "Kondisi pemain tidak akan sama. Apa yang akan kita persiapkan di sini tidak bisa mereka dapatkan," keluhnya.
Iurie juga mengritik pedas timnas atas pemanggilan tersebut. "Dulu mereka menjamin jadwal kompetisi tidak akan berbenturan dengan jadwal timnas. Sekarang mereka memanggil pemain semau mereka. Kita di sini dapat apa?" ketusnya. [RK]
Pemain Persib dan Persija satu bus
Panitia pelaksana (panpel) pertandingan kandang Persib Bandung akhirnya memutuskan, seluruh pemain Persija Jakarta akan diangkut bersama-sama dengan pasukan Maung Bandung.
Langkah ini dinilai bisa mengurangi risiko aksi pembalasan atas kejadian musim lalu, tepatnya 9 Agustus 2007. Di mana bus yang mengakut pemain dan ofisial Persib, secara membabi buta diserang pendukung Persija dalam perjalanan menuju Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Diharapkan keputusan mengangkut pemain Persib dan Persija dalam satu bus membuat sungkan segelintir oknum yang ingin memperkeruh suasana melakukan tindakan-tindakan tak terpuji.
Tak hanya dengan cara mengangkut secara bersama para pemain dan ofisial Persija, panpel pun akan menggelar beberapa acara seremonial, seperti pemakaian kostum bertuliskan 'United' oleh seluruh pemain kedua tim saat memasuki lapangan.
"Ini merupakan salah satu seremonial singkat yang melambangkan kebersamaan kedua tim yang kami harapkan membuat suasana lebih nyaman dan tertib," kata Ketua Panpel Iwan Kartiwan, di Bandung, Sabtu (19/7/2008).
Terkait masalah pengamanan, Iwan mengungkapkan setelah berkoordinasi dengan pihak keamanan termasuk Polwiltabes Bandung. Jumlah personel keamanan yang diterjunkan ditambah dengan total880 personel atau lebih banyak 180 personel dari rencana awal. Pasukan keamanan terdiri dari unsur TNI, Polri dan sipil. Semuanya akan disebar dan dibagi ke dalam tiga areal atau ring.
"Petugas di ring I mengawasi penonton di dalam stadion. Konsentrasi pengamanan bisa dikatakan banyak tertuju di ring II. Di areal ini petugas memeriksa setiap penonton. Salah satu tujuanya supaya jangan sampai ada benda tajam, petasan dan botol minuman yang lolos," ucap Kabagops Polwiltabes Bandung, AKBP Sihar Manurung.
"Petugas di ring II ini, pun disiapkan menertibkan penonton seusai pertandingan. Sedangkan petugas ring III berjaga-jaga di beberapa ruas jalan utama yang dilewati sekaligus mengarahkan penonton ke jalur alternatif masuk dan keluar kawasan Stadion," lanjutnya.
Para pemain dan ofisial Persija sendiri, kemarin sore tiba di Kota Kembang. Rombongan juara Liga Indonesia VII/2001 itu, mendapatkan pengawalan sangat ketat sejak keluar dari gerbang tol Pasteur. Baik dari pihak kepolisian maupun beberapa ormas di Kota Bandung yang sengaja disewa. Demi keamanan, salah seorang ofisial Macan Kemayoran bahkan sempat meminta wartawan merahasiakan nama tempat penginapan Ponaryo Astaman dkk.
Kehadiran band papan atas asal Kota Kembang ini, sekaligus jadi salah satu rangkaian acara untuk merayakan hari jadi kelompok suporter Persib terbesar, Viking yang Kamis, 17 Juli memasuki usia ke-15 tahun. [okezone]
Langkah ini dinilai bisa mengurangi risiko aksi pembalasan atas kejadian musim lalu, tepatnya 9 Agustus 2007. Di mana bus yang mengakut pemain dan ofisial Persib, secara membabi buta diserang pendukung Persija dalam perjalanan menuju Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Diharapkan keputusan mengangkut pemain Persib dan Persija dalam satu bus membuat sungkan segelintir oknum yang ingin memperkeruh suasana melakukan tindakan-tindakan tak terpuji.
Tak hanya dengan cara mengangkut secara bersama para pemain dan ofisial Persija, panpel pun akan menggelar beberapa acara seremonial, seperti pemakaian kostum bertuliskan 'United' oleh seluruh pemain kedua tim saat memasuki lapangan.
"Ini merupakan salah satu seremonial singkat yang melambangkan kebersamaan kedua tim yang kami harapkan membuat suasana lebih nyaman dan tertib," kata Ketua Panpel Iwan Kartiwan, di Bandung, Sabtu (19/7/2008).
Terkait masalah pengamanan, Iwan mengungkapkan setelah berkoordinasi dengan pihak keamanan termasuk Polwiltabes Bandung. Jumlah personel keamanan yang diterjunkan ditambah dengan total880 personel atau lebih banyak 180 personel dari rencana awal. Pasukan keamanan terdiri dari unsur TNI, Polri dan sipil. Semuanya akan disebar dan dibagi ke dalam tiga areal atau ring.
"Petugas di ring I mengawasi penonton di dalam stadion. Konsentrasi pengamanan bisa dikatakan banyak tertuju di ring II. Di areal ini petugas memeriksa setiap penonton. Salah satu tujuanya supaya jangan sampai ada benda tajam, petasan dan botol minuman yang lolos," ucap Kabagops Polwiltabes Bandung, AKBP Sihar Manurung.
"Petugas di ring II ini, pun disiapkan menertibkan penonton seusai pertandingan. Sedangkan petugas ring III berjaga-jaga di beberapa ruas jalan utama yang dilewati sekaligus mengarahkan penonton ke jalur alternatif masuk dan keluar kawasan Stadion," lanjutnya.
Para pemain dan ofisial Persija sendiri, kemarin sore tiba di Kota Kembang. Rombongan juara Liga Indonesia VII/2001 itu, mendapatkan pengawalan sangat ketat sejak keluar dari gerbang tol Pasteur. Baik dari pihak kepolisian maupun beberapa ormas di Kota Bandung yang sengaja disewa. Demi keamanan, salah seorang ofisial Macan Kemayoran bahkan sempat meminta wartawan merahasiakan nama tempat penginapan Ponaryo Astaman dkk.
Kehadiran band papan atas asal Kota Kembang ini, sekaligus jadi salah satu rangkaian acara untuk merayakan hari jadi kelompok suporter Persib terbesar, Viking yang Kamis, 17 Juli memasuki usia ke-15 tahun. [okezone]
Langganan:
Postingan (Atom)