Selasa, 01 Juli 2008

BLI Duelkan Legiun Asing versus Lokal Terbaik

Ada yang berubah dari rencana launching Superliga 2008/2009. Klub Uruguay Penarol yang digadang-gadang mengisi acara launching urung datang ke Indonesia. Alhasil, tim yang bertanding dalam laga ekshibisi saat launching pada 6 Juli nanti berubah total.

Tim yang berlaga bukan lagi Liga Selection kontra Penarol seperti rencana semula. Partai ekhsibisi nanti bakal mempertemukan gabungan pemain lokal kontra gabungan pemain asing yang merumput di Indonesia. Tim yang bermateri pemain lokal dinamakan Super Eleven, sedangkan skuad gabungan pemain asing disebut Fantastic Eleven.

"BLI minta maaf karena Penarol belum bisa datang untuk mengisi pertandingan ekshibisi," kata Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono kemarin (30/6).

Menurut Joko, BLI sebenarnya sudah mencapai kesepakatan dengan Penarol. Tapi, karena ada jadwal tanding di Libertadores, Penarol tidak bisa hadir di Indonesia dengan skuad utamanya. Juara Liga Uruguay 2007/2008 itu hanya bisa mendatangkan tim keduanya ntuk pada 6 Juli nanti.

"Kami tidak menginginkan itu. Karena itu, kami pun lebih memilih menggelar pertandingan pemain lokal dengan pemain asing yang merumput di sini," dalih Joko.

Meski Penarol urung tampil, BLI tetap menjanjikan laga ekshibisi nanti tetap menarik. BLI menilai bahwa pertandingan nanti sarat pertaruhan harga diri. Terutama bagi pemain-pemain asing. Sebab, BLI menganggap laga itu bakal mengundang banyak pertanyaan dari publik tentang kualitas pemain asing.

"Apakah mereka memang layak atau tidak bermain di Indonesia? Karena itu, kami memberi titel pertandingan nanti judgement day atau hari penghakiman," tegas Joko.

Demi memuluskan janjinya, BLI pun memilih "orang-orang terbaik" versi mereka untuk mengisi dua tim yang akan bertanding. Nama Rahmad Darmawan ditunjuk untuk mengarsiteki skuad Super Eleven. Sebagai manajer, dipilih nama aktor Dedy Mizwar.

Para pemainnya diambil dari skuad tim nasional. Mereka bakal ditambah Wijay (Sriwijaya FC Palembang), Andika Yudistira (PSMS Medan), dan Musafri (Persiba Balikpapan). Nama-nama itu akan diciutkan menjadi 18 pemain.

Tim Fantastic Eleven bakal dimanajeri presiden direktur Danamon Sebastian Paredes. Dia merupakan mantan pemain Timnas U-21 Ekuador. Untuk amunisinya, antara lain, ada nama Zah Rahan (Sriwijaya FC), Abanda Herman (Persija), Christian Gonzalez (Persik Kediri), serta Julio Lopez (PSM Makassar). Posisi pelatih, kabarnya, diisi arsitek PSM Radoy Hristov. "Pelatih tim Fantastic Eleven akan kami tentukan 4 Juli," ujar Joko.

Yang menarik dari daftar nominasi skuad Fantastic Eleven, tidak terdapat pemain yang beroperasi sebagai kiper. Lantas, siapakah kipernya nanti? "Kami sedang menjajaki kiper Timnas Singapura. Kalau tidak, kami akan pakai Sunday Seah. Untuk diketahui, di Liberia, dia adalah kiper, bukan striker seperti di Persiwa Wamena," ungkap Joko.


Nominasi Pemain:

Super Eleven (Pemain Lokal)
- Skuad Tim Nasiona
- Wijay (Sriwijaya FC)
- Andika Yudistira (PSMS)
- Musafri (Persiba)

Fantastic Eleven (Pemain Asing)
1. Patricio Jimenez (PSMS)
2. Leonardo Martins Dinelli (PSMS)
3. Anderson Tegao (PSMS)
4. Zah Rahan (Sriwijaya FC)
5. Keith Kayamba (Sriwijaya FC)
6. Onora Obiora (Sriwijaya FC)
7. Abanda Herman (Persija)
8. Pierre Njanka (Persija)
9. Robertinho Pugliara (Persija)
10. Nyek Nyobe (Persib)
11. Gaston Castano (PSIS)
12. Ronald Fegundez (Persik)
13. Danilo Fernando (Persik)
14. Christian Gonzales (Persik)
15. Emile Mbamba (Arema)
16. Emalue Serge (Arema)
17. Robert Gaspar (Persiba)
18. Ali Khaddafi (PSM)
19. Julio Lopez (PSM)
20. Claudio Pronetto (PSM)
21. Viktor Igbonefo (Persipura)
22. Aberto 'Beto' Goncalves (Persipura)
23. Cristian Rene Martinez (Deltras)
24. Sunday Seah (Persiwa) [jawapos]

satukan visi pelatih superliga

Jelang bergulirnya Superliga 2008/2009, agenda Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) bukan hanya launching. Mereka juga mengadakan serangkaian acara. Salah satunya, menyelenggarakan workshop pelatih. Semua pelatih tim Superliga wajib mengikutinya.

Agenda itu dilaksanakan pada 4-6 Juli mendatang. "Kami ingin mendapatkan evaluasi sekaligus rekomendasi dari para pelatih demi perbaikan kompetisi Liga Indonesia," ujar Joko Driyono, direktur kompetisi BLI, soal tujuan diselenggarakannya workshop pelatih tersebut.

Tapi, itu bukanlah satu-satunya tujuan. BLI juga ingin agenda tersebut bermanfaat bagi Timnas Indonesia. BLI sangat menaruh harapan, bakal muncul satu visi dari para pelatih untuk membangun sekaligus mengembangkan timnas.

Untuk itu, BLI tak sekadar mengundang para pelatih tim-tim Superliga dalam workshop tersebut. Pelatih Indonesia Benny Dolo juga diundang. BLI juga mengundang Bidang Teknis Badan Tim Nasional (BTN). "Semoga agenda nanti bisa jadi awal yang baik bagi penyatuan visi para pelatih untuk timnas," tutur Joko.

"Agenda workshop nanti memang menjadi kesempatan yang bagus bagi kami dalam menyamakan visi demi membangun timnas," imbuh Chandra Solehan, asisten manajer timnas.

Karena itu, menurut Chandra, BTN pun akan memanfaatkan secara maksimal agenda tersebut. Apalagi, selama ini komunikasi yang terjalin antara BTN dan pelatih-pelatih klub masih sebatas lewat telepon. Demikian juga komunikasi antara pelatih timnas dan pelatih klub.

"Tentu kami akan melakukan sharing yang lebih mendalam dengan para pelatih nantinya. Semoga dari situ kami benar-benar mampu menyamakan persepsi dalam membangun program terbaik bagi timnas," tegas Chandra. [jawapos]

Senin, 30 Juni 2008

6 juli launching Superliga 2008

Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono, menyatakan bahwa pihaknya akan menggelar launching Superliga Indonesia musim ini pada 6 Juli mendatang. Acara perkenalan kompetisi paling bergengsi di tanah air, masih kata Joko, akan diisi serangkaian acara.

Diantaranya, pertandingan big match antara pemain lokal terbaik melawan pemain asing terbaik yang akan merumput di Superliga, pengumuman pemenang lomba logo Superliga, football expo, serta workshop media dan pelatih Superliga musim ini. Semua kegiatan ini, imbuh Joko, akan digelar di Jakarta.

"Semula, kami merencanakan untuk mempertemukan pemain terbaik Liga Indonesia melawan klub asal Uruguay, Penarol, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, dalam acara launching nanti. Namun, karena sesuatu dan lain hal, maka laga tersebut kami batalkan," kata Joko dalam jumpa pers di Kantor BLI, Kuningan, Jakarta, Senin (30/6) petang.

Dijelaskan Joko, sebagai gantinya, BLI menggantinya dengan pertandingan yang dipastikan tidak kalah seru. Yakni mempertemukan pemain top lokal (super eleven) dan pemain top asing (fantastic eleven) yang merumput di Superliga 2008. "Untuk tim super eleven akan dilatih Rahmad Darmawan (Pelatih Sriwijaya FC) dan dimanajeri artis top Dedy Mizwar. Sedangkan fantastic eleven, dimanajeri Sebastian Paredes (Presiden Direktur Bank Danamon). Pelatihnya, baru akan ditentukan," jelas Joko.

Ditambahkan Joko, pihaknya sengaja menggelar laga big match tersebut. "Hal itu demi untuk mengukur kualitas pemain asing yang merumput di pentas Superliga. Lebih dari itu, dari laga ini bisa diketahui perlu tidaknya keberadaan pemain impor dievaluasi," tambahnya. [Goal]

Bendol:Klub Harus Proaktif

Uji coba antara dua tim Jatim, Persik Kediri dan Delta Putra Sidoarjo (Deltras), melawan tim kontestan A-League Perth Glory direspons positif. Pertandingan persahabatan internasional itu dinilai sebagai wujud pengembangan sepak bola Indonesia.

Pelatih Timnas Indonesia Benny Dolo mengatakan bahwa pemerintah harus getol melakukan kerja sama dengan negara-negara lain. "Tapi, klub harus berperan aktif," terang pelatih yang akrab disapa Bendol itu kemarin (29/6).

Lebih lanjut, mantan pelatih Persita Tangerang tersebut menjelaskan bahwa untuk bisa mengikuti perkembangan sepak bola modern, klub juga harus memperluas jaringan. Sebab, menurut Bendol, kerja sama semacam itu dapat bermuara pada sejumlah hal terkait dengan segala pernik sepak bola.

Selain transfer ilmu dan berbagi pengalaman, pertukaran pemain pun sangat mungkin terjadi dari kegiatan seperti itu. "Paling tidak, bisa menjadi moderator atas pertukaran pemain. Jadi, pemain sini bisa keluar dan pemain luar bisa bermain di sini," ungkapnya.

Dia juga tidak menampik bahwa tim-tim Australia memang dikenal sebagai tim yang bercorak gaya permainan Eropa yang cukup kental. Dengan demikian, ada baiknya, tim Indonesia beruji tanding dengan mereka. Adakah kemungkinan Timnas Indonesia menjajal kemampuan Perth Glory? Bendol tak menampik itu. "Asalkan jadwal uji coba tidak berbenturan dengan program timnas, saya sih oke-oke saja," tuturnya.

Seperti diberitakan, uji coba internasional Persik dan Deltras melawan Perth Glory merupakan buah dari kerja sama Pemprov Jatim dan Pemerintah Western Australia. [jawapos]

Markus blunder,persik kalah

Tuan rumah Persik Kediri menyerah 1-2 (0-0) di tangan Perth Glory FC dalam pertandingan persahabatan di Stadion Brawijaya, Kediri, Jatim, Minggu malam.

Perth Glory membuka kemenangan di menit ke-54 melalui tendangan jarak jauh kaki kanan James Robinson yang memanfaatkan kelengahan kiper Persik Markus Horison. Kiper Timnas PSSI yang diboyong Persik dari PSMS Medan itu melakukan kesalahan dalam mengantisipasi bola lambung hasil tendangan penjuru pemain lawan. Bola yang ditepis Markus Horison itu justru jatuh di kaki Robinson dan langsung diarahkannya ke pojok kiri gawang tim tuan rumah yang sedang melompong.

Tertinggal satu gol, Persik mencoba tampil menekan dengan melakukan serangan dari dua sayapnya. Untuk meningkatkan daya dobrak, Pelatih Arcan Iurie memasukkan Saktiawan Sinaga di menit ke-58 untuk menggantikan striker Persik yang baru saja dipinjamkan ke Polis Diraja Malaysia, Budi Sudarsono. Perubahan strategi yang ditempuh Arcan itu tampaknya cukup ampuh. Di menit ke-72 Saktiawan Sinaga berhasil menjebol gawang klub kontestan Liga Australia (A-League) yang dikawal Petkovic Jason.

Pemain Timnas PSSI asal Medan, Sumatera Utara itu berhasil mengubah kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan kemelut yang terjadi di depan gawang Perth Glory. Sayangnya, empat menit kemudian, gawang Persik kembali bobol untuk yang kedua kalinya setelah Markus Horison gagal mengantisipasi tendangan kaki kiri Skorich Anthony.

Gol yang terjadi di menit ke-78 itu sekaligus memupuskan harapan Danilo Fernando dan kawan-kawan yang dalam 45 menit pertama mampu tampil menekan Coyne Jamie dan kawan-kawan. Dalam pertandingan yang disaksikan sekitar 15 ribu Persikmania itu, wasit M Sueb mengeluarkan empat kartu kuning, masing-masing untuk Khusnul Yuli, Saktiawan (Persik), Djulbic Dino, dan Foxe Hayden (Perth Glory).

Meski timnya kalah 1-2, namun Ketua Umum Persik HA Maschut bersedia membagi-bagikan medali kepada para pemain dan ofisial Perth Glory. Hal yang sama juga dilakukan Perwakilan Dagang Australia Barat di Indonesia, Martin Newberry kepada para pemain dan ofisial Persik. [kc]

Minggu, 29 Juni 2008

Hantam Goliath

Gengsi Persik Kediri sebagai mantan juara Liga Indonesia dipertaruhkan melawan Perth Glory FC malam ini. Pasukan Macan Putih -sebutan Persik- bertekad menghantam sang Goliath pada laga di Stadion Brawijaya, Kediri, mulai pukul 19.00.

Pelatih Arcan Iurie mengatakan tidak gentar menghadapi Perth Glory yang bertabur bintang jebolan Liga Eropa tersebut. "Siapa pun bisa main bola. Kita di Indonesia bisa main bola, mereka juga bisa main bola," tegas pelatih yang sudah hampir empat bulan mempersiapkan kekuatan Persik tersebut.

Pelatih yang pernah bermain di Liga Polandia tersebut menyatakan, Persik akan memberikan perlawanan hingga tetes keringat terakhir malam nanti. "Ini sepak bola. Mereka bisa kalah. Kami juga bisa menang atau sebaliknya," ucapnya.

Iurie tidak memungkiri bahwa ada kekuatan besar pada pasukan David Mitchell tersebut. "Motivasi mereka sangat besar untuk mengalahkan Persik. Mereka ingin menunjukkan siapa mereka di sini," kata mantan pelatih timnas Moldova U-17 dan U-19 itu.

Mengenai keunggulan postur Frank Juric dkk yang rata-rata memiliki tinggi di atas 185 cm, Iurie tak silau. "Di Liga Indonesia juga banyak striker yang tinggi. Kita harus siap menghadapinya," tutur Iurie.

Di balik kelebihan itu, dia justru melihat ada kelemahan yang bisa dimanfaatkan. "Pemain tinggi menang bola atas, tapi mungkin akan lemah di bola bawah," ujarnya.

Namun, bukan berarti Harianto dkk tidak melakukan antisipasi. Dalam beberapa sesi latihan terakhir, para pemain belakang rajin berlatih menghalau bola-bola atas.

Malam nanti, Persik juga memiliki satu keunggulan dibandingkan lawannya. Yakni, Macan Putih dipastikan akan tampil dengan pemain ke-12 yang memadati Stadion Brawijaya.

Selain itu, yang membuat Iurie lega, pada pertandingan kali ini dia bisa menurunkan skuad terbaiknya. Di antara 24 pemain, hanya seorang pemain yang dipastikan tidak bisa main. Yakni, defender M. Roby yang sedang berada di Wina, Austria. "Roby tidak bisa main. Tapi, ada pemain lain yang bisa menggantikan," terang Iurie.

Memang, untuk lini belakang, Macan Putih memiliki stok pemain yang lumayan berlimpah. Tanpa Roby, Persik masih punya Hamka Hamzah, Aris Indarto, Suswanto, Usep Munandar, dan pemain muda M. Arfan.

Sebagai pilihan pola permainan, Iurie tampaknya tetap akan menggunakan libero murni sebagai jangkar di lini belakang. Pola 3-5-2 diperkirakan akan tetap dipakai untuk mengatasi Perth Glory.

Sementara itu, kubu Perth Glory tampaknya tidak akan memberi ampun kepada Macan Putih. Tengoklah persiapan mereka jelang laga tersebut. Setiba di Kediri mereka menggeber latihan keras, termasuk latihan malam hari begitu sorenya tiba. "Kami harus bekerja keras untuk bisa menang," ujar pelatih Perth Glory David Mitchell.

Pria yang akrab disapa Dave itu tidak kesulitan memilih pasukan yang akan diterjunkan. Sebab, kemampuan para pemainnya, baik inti maupun cadangan, sangat merata di semua posisi. "Ini pertandingan pramusim kami. Kami sangat antusias dan akan bermain maksimal," ujarnya. [jawapos]

PSS bisa jalan tanpa Dana APBD

PSS Sleman bisa tetap jalan untuk mengikuti kompetisi tanpa menggunakan dana dari APBD, namun harus mendapat dukungan dari semua warga Sleman atau pecinta PSS lainnya. Dukungan yang mudah adalah setiap menyaksikan PSS harus membeli tiket. Disampaikan Manajer Keuangan PSS Drs Samsisi MSi saat dihubungi, kemarin.

Menurutnya, dalam mengikuti kompetisi di Liga Utama akan menghabiskan sekitar Rp 9 miliar dan kini untuk membentuk tim dan gaji para pemain akan habis sekitar Rp 4,6 M. Sedang lainnya akan digunakan untuk biaya operasional baik ketika main di kandang sendiri atau saat pergi keluar kandang.

Saat ini PSS sudah siap dana sekitar Rp 4,5 M namun sudah digunakan untuk belanja pemain dan biaya pengeluarkan harian yang dinilainya cukup besar. Tetapi PSS tetap optimis bisa jalan walaupun dana APBD tak bisa cair. Untuk itu bagian promosi akan terus mancari kiat-kiat untuk menggalang dana.

Ketua Slemania R Supri Yoko juga telah mengantipasi bila APBD tak bisa turun dan telah melakukan koordinasi pada para pengurus Laskar atau Korwil. Ia mengajak Slemania sebagai pendukung PSS sejati harus berani mengeluarkan dana untuk membantu PSS. "Lebih baik kita keluar uang untuk membeli tiket setiap pertandingan dari pada kita masuk gratis namun PSS tak bisa jalan," katanya. [KR]