Senin, 16 Juni 2008

Tim Pengganti ke Superliga

Tim Pengganti ke Superliga
PSIS Anggap Lebih Layak
Hasil keputusan rapat Executive Committee (Exco) PSSI soal kontestan Superliga musim depan memang baru diumumkan hari ini. Namun, kubu PSIS Semarang cukup optimistis melangkah ke kasta teratas persepakbolaan nasional tersebut.

Sebagaimana diberitakan, tim berjuluk Mahesa Jenar itu sangat berpeluang untuk melenggang ke Superliga bersama PKT Bontang, menggantikan Persiter Ternate dan Persmin Minahasa yang dinyatakan tak lolos verifikasi. PSIS dan PKT bisa memenuhi dua aspek terpenting di antara lima aspek yang disyaratkan. Yakni, infrastruktur dan finansial.

Atas hal itu, Yoyok Sukawi selaku general manager PSIS mengatakan bahwa sudah selayaknya timnya berhak menapaki Superliga 2008/2009. "Justru akan menjadi hal yang tidak wajar jika kami tidak lolos," katanya kepada Jawa Pos kemarin (15/6).

Menurut Yoyok, PSIS telah menyiapkan banyak hal untuk bisa berlisensi profesional. Di antaranya, pembentukan tim, struktur organisasi di dalam PT, serta bank garansi sebesar Rp 5 miliar. "Dan, sekarang tinggal menunggu pengesahan PT Mahesa Jenar," terang putra Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip itu. Bahkan, lanjut dia, saat proses verifikasi, PSIS juga menyertakan hasil audit selama tiga tahun terakhir.

Soal bank garansi, Yoyok mengklaim bahwa PSIS adalah satu-satunya tim yang mampu menyelenggarakan bank garansi. Dia menyebutkan, nilai tersebut berasal dari penjaminan aset pribadinya dan pengurus lain ke bank. "Totalnya, kami dapat Rp 8,5 miliar, lalu kami jaminkan Rp 5 miliar di bank," papar dia.

Selain itu, Yoyok menyatakan bahwa pihaknya telah berpikir soal program jangka panjang. PT Mahesa Jenar, imbuh dia, juga telah mempersiapkan program selama tiga tahun ke depan. Dan, yang menjadi target utama dalam tiga tahun itu ialah mempersiapkan fondasi ekonomi atau kekuatan secara finansial. ''Diharapkan, dalam masa itu tim kami sudah punya aset semacam stadion, mes, atau bus sendiri,'' ujarnya.

Namun, untuk langkah awal, PSIS berupaya memotong sejumlah anggaran yang membebani keuangan tim. ''Yakni, dengan cara membangun PSIS Center,'' katanya.

Bangunan tersebut akan dimanfaatkan sebagai mes terpadu atau tempat tinggal pemain asing maupun lokal serta berkumpulnya suporter. ''Jika itu bisa terlaksana, biaya untuk mes serta latihan akan hilang,'' jelasnya. Selanjutnya, pengurus tinggal berpikir soal biaya bonus dan kontrak pemain.

Jika memang PSIS dipastikan melenggang ke Superliga, Yoyok mengatakan bahwa timnya tak punya target muluk. ''Untuk musim depan, kami masih (berkompetisi, Red) dengan paket hemat. Maka dari itu, tim tidak bagus-bagus dulu,'' tuturnya. Hal tersebut tak lepas dari anggaran tim kebanggaan masyarakat Semarang itu di musim depan yang hanya mencapai Rp 16 miliar.

Dengan anggaran dana tersebut, Yoyok memaparkan bahwa runner-up Ligina 2006 itu hanya akan diperkuat pemain muda dan pemain asing yang murah. ''Sekarang kami sudah punya dua pemain asing. Kalau nanti bertanding di Divisi Utama, kami akan tambah satu. Tapi, kalau ke Superliga, kami akan tambah tiga lagi,'' beber pria bernama lengkap Alamsyah Satyanegara Sukawijaya itu.

Di pihak lain, Persebaya tidak merasa kecewa jika memang tiket untuk melenggang ke Superliga jatuh ke tangan PSIS dan PKT Bontang. [jawapos]

Adhyaksa Dault : Sepakbola Indonesia Harus ke Piala Dunia!

Adhyaksa Dault : Sepakbola Indonesia Harus ke Piala Dunia!

Pemerintah menegaskan bahwa sepakbola Indonesia harus masuk Piala Dunia. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama semua pihak demi mewujudkan keinginan tersebut.


Adhyaksa Dault : Sepakbola Indonesia Harus ke Piala Dunia!

Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault, menegaskan bahwa sepakbola Indonesia harus menembus level internasional. Penegasan itu disampaikan Adhiyaksa dalam sambutannya dihadapan ribuan penonton yang memadati acara Bola Skope Extra Joss di Lapangan Sepakbola Blok S, Jakarta Selatan, Jumat (13/6) malam.

"Sepakbola Indonesia harus masuk Piala Dunia. Itu sudah menjadi tekad kita semua. Dan saya yakin kita mampu melakukan itu," teriak Adhiyaksa yang disambut tepuk sorai ribuan penonton. "Kualitas pemain kita tidak kalah. Yang penting, kita harus serius jika inggin menggapainya," tambahnya.

Dijelaskan Adhyaksa, dengan kepedulian dari perusahaan seperti yang dilakukan Extra Joss, maka hal itu dipastikan bakal mempercepat proses pencapain target sepakbola Indonesia menembus level dunia. "Kita butuh kepedulian dari pengusaha. Sebab, pemerintah pasti tidak bisa berjalan sendiri. Kenapa ? Karena anggaran olahraga kita saja hanya S-3, alias sangat sedikit sekali," kelakar Adhiyaksa.

Dalam acara Bola Skope Extra Joss berupa nonton bareng Piala Eropa tersebut, selain diisi hiburan berupa musik dangdut bersama artis ibu kota dan aksi sulap Demian, serta dilengkapi dengan layar lebar raksasa, acara itu pun digelar pemberian bantuan kepada tujuh mantan pemain sepakbola nasional yang secara ekonomi dinilai kurang beruntung.

Ketujuh mantan pesekbola nasional itu adalah, Peri Sandria, Robby Binur, Simson Rumahpasal, Mulyadi, Surya Lesmana, Zulkarnaen Lubis, dan Ritham Madubun. Para mantan pemain nasional ini mendapat bantuan berupa uang tunai Rp 7 juta untuk setiap pemain. "Bantuan dana ini sangat membantu kami. Tapi, lebih menyedihkan karena bantuan ini kami peroleh dari perusahaan, bukan dari PSSI," ketus Zulkarnaen Lubis, mantan gelandang timnas Indonesia. *Yuslan Kisra

Minggu, 15 Juni 2008

Persiwa dan PSIS Gantikan Persija dan PSM

Persiwa dan PSIS Gantikan Persija dan PSM

Panitia HUT Persebaya gagal mempertemukan empat tim mantan jawara di era Perserikatan, yakni Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar. Pasalnya, Persija dan PSM menolak undangan untuk mengikuti turnamen yang sekaligus sebagai ajang uji coba itu. Sebagai gantinya, panitia menunjuk Persiwa Wamena dan PSIS Semarang.


Persiwa dan PSIS Gantikan Persija dan PSM

Persiwa Wamena dan PSIS Semarang dipastikan sebagai pengganti Persija Jakarta dan PSM Makassar, dua tim yang menolak tawaran dari panitia Turnamen HUT Persebaya, 18-22 Juni mendatang. Sebelumnya, pihak penyelenggara turnamen ini bertekad mempertemukan empat mantan jawara di era Perserikatan. Yakni Persebaya Surabaya, Persib Bandung, PSM Makassar, dan Persija Jakarta.

Sayangnya, hal itu batal terlaksana, karena Persija dan PSM menolak undangan tersebut dengan alasan sudah memiliki agenda uji coba sendiri. Dengan demikian, tinggal Persib yang akan ikut dalam turnemen itu. Nantinya, tim besutan pelatih Jaya Hartono ini akan bertemu dengan Persiwa dan PSIS serta tuan rumah Persebaya.

"Kami sudah mendapat konfirmasi dari Persiwa dan PSIS atas kesediaan mereka ikut turnamen ini. Dengan ikutnya dua tim tersebut, maka bobot turnamen dipastikan tidak akan berkurang. Sebab, selain dua tim itu, masih ada Persib dan tuan rumah Persebaya," beber Indah Kurnia, Manajer Persebaya.

Dijelaskan Indah, pihaknya cukup senang atas kesediaan tiga tim tersebut untuk ikut turnamen yang sekaligus sebagai ajang uji coba. Terlebih, masih kata wanita cantik yang juga aktivis dari sebuah partai besar di tanah air, karena pihaknya tidak perlu memberikan match fee kepada setiap tim peserta turnamen.

"Kami hanya menanggung penginapan dan makan untuk semua tim peserta. Itu karena, keempat tim ini mempunyai kebutuhan yang sama dalam keikutsertaan mereka di turnamen ini. Yakni, menguji kesiapan masing-masing skuad timnya sebelum berlaga di kompetisi resmi," pungkas Indah. *Yuslan Kisra

Senin Besok, PSSI Janji Umumkan Peserta Superliga 2008

Setelah sekian lama ditunggu, akhirnya PSSI berjanji mengumumkan jumlah peserta Superliga 2008 pada Senin (16/6) besok. Hal tersebut dilakukan, setelah sejumlah anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI menggelar rapat pada Jumat (13/6) malam.


Senin Besok, PSSI Janji Umumkan Peserta Superliga 2008

Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI akhirnya digelar juga. Agenda itu telah dijalankan pada Jumat (13/6) malam. Sayangnya, publik sepakbola di tanah air masih belum bisa mengetahui apa gerangan hasil dari rapat tersebut. Pasalnya, tak satu pun anggota Exco yang mau mengungkapkan hasil rapat tersebut.

Semua anggota Exco yang dimintai keterangan tampaknya sepakat tutup mulut atas hasil rapat tersebut. Mereka justru menyerahkan semuanya kepada juru bicara PSSI yang juga anggota Exco, Mafirion. Tapi, hal yang sama juga dilakukan pria yang juga mantan wartawan ini.

"Tunggu saja. Hasil rapat Exco akan kami sampaikan pada Senin (16/6) besok," singkat Mafirion kepada sejumlah wartawan di temui di Kantor PSSI, di Senayan, Jakarta, kemarin. "Yang jelas, semuanya akan kami beberkan kepada rekan-rekan wartawan. Tapi, tunggu Senin saja."

Sedangkan ditanya apakah jumlah peserta Superliga tetap 18 tim atau malah berkurang, Mafirion mengatakan bahwa kemungkinannya masih tetap pada opsi 18 tim. "Semuanya akan jelas pada Senin besok. Jadi tunggu saja," singkat Mafirion.

Apa pun itu, jika saja Exco PSSI akhirnya memutuskan 18 tim peserta Superliga, itu artinya, akan ada pergantian dua tim yang tidak lolos verifikasi. Yakni, Persiter Ternate dan Persmin Minahasa. Lalu, tim mana yang bakal tampil sebagai pengganti kedua tim itu? Tampaknya, jawaban atas pertanyaan ini masih harus ditunggu. Setidaknya, hingga PSSI benar-benar mengumumkan jumlah peserta Superliga itu.

Yang pasti, tujuh tim divisi utama yang telah diverifikasi bakal menjadi pilihan untuk menjadi pengganti. Ketujuh tim tersebut adalah, Persebaya Surabaya, Persis Solo, PKT Bontang, PSIS Semarang, Persikabo Bogor, PSS Sleman, dan Semen Padang. *Yuslan Kisra

Rahmad Puji Penampilan Parfait

Rahmad Puji Penampilan Parfait

Peningkatan penampilan yang ditunjukkan striker anyar Sriwijaya FC, Claude Parfait Ngon A Djam, membuat pelatih tim berjuluk Laskar Wong kito, Rahmad Darmawan, mengaku cukup senang. Ia pun mengaku semakin optimistis menghadapi Superliga musim ini.


Rahmad Puji Penampilan Parfait

Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, memuji penampilan striker barunya, Claude Parfait Ngon A Djam. Menurut Rahmad, penampilan striker anyar Sriwijaya FC yang sebelumnya merumput di Liga Denmark ini telah menunjukkan peningkatan.

Hal tersebut dikatakan mantan pelatih Persija Jakarta ini, merujuk pada laga uji coba melawan tuan rumah PSIS Semarang pada Sabtu (14/6) kemarin petang. Meski dalam laga itu tim besutannya kalah 3-2, namun Rahmad tetap tersenyum. Terutama, terhadap penampilan striker barunya tersebut.

"Dua gol yang dicetak Parfait menunjukan kualitasnya sebagai striker berkualitas. Apalagi, salah satu gol yang dicetaknya melalui tendangan jarak jauh. Itu gol kelas dunia," puji Rahmad. "Tampaknya, kami semakin percaya diri menghadapi Superliga."

Dijelaskan Rahmad, meski secara permainan kolektif, Parfait belum begitu padu dengan tandemnya Kayamba, namun secara individu dia sudah mulai mengerti karakter sepakbola Indonesia. "Ini tentu perkembangan yang baik bagi pemain baru seperti Parfait. Bagaimana pun, dia butuh adaptasi," pungkas Rahmad. *Yuslan Kisra

Singo Edan Bertekad Bikin Kejutan Prestasi


Banur: Biarkan Arema Disebut Underdog
Arema Bambang Nurdiansyah mulai meraba-raba kekuatan lawan di arena superliga nanti. Mantan bomber Timnas Indonesia era akhir 80-an tersebut menilai kekuatan tim-tim superliga sangat merata. Karena itu, semua kontestan superliga akan sangat diwaspadainya.

"Tidak ada tim yang paling saya takuti. Semuanya saya waspadai. Itu karena hampir semua klub memiliki persiapan yang matang,'' kata Bambang saat ngobrol dengan Radar Malang di bench pemain cadangan Stadion Wilis Madiun, Sabtu (13/6).

Selain persiapan yang matang, untuk materi pemain, tim lain sudah terbentuk mulai tahun lalu. Kalaupun ada tambahan kekuatan, yang diambil adalah pemain bintang atau pemain yang sudah jadi. Sehingga, pengertian dan komunikasi pemain sudah cukup lama terjalin, baik di dalam atau di luar lapangan.

Persik Kediri, misalnya. Klub asal Kota Tahu itu hampir mempertahankan 70 persen pemain lama. Muka-muka lama tersebut dikombinasi dengan punggawa baru berkualitas seperti Saktiawan Sinaga, Markus Horison, Achmad Kurniawan, Legimin Raharjo, dan Hamka Hamzah.

Demikian pula Pesija Jakarta. Punggawa-punggawa andalan musim lalu seperti Aliyudin dan Bambang Pamungkas dipertahankan. Kekuatan mereka dikombinasikan dengan pemain-pemain rekrutan baru sekelas Ponaryo Astaman dan Hendro Kartiko.

Tak tetinggalan Persipura Jayapura. Hampir 90 persen skuadnya merupakan wajah lama. Bukan hanya itu. Pelatihnya, Raja Isa, juga masih dipertahankan.

Apalagi Sriwijaya FC. Juara Ligina XIII dan Piala Indonesia 2007 tersebut langsung mengikat kontrak pemain dan sang pelatih Rahmad Dhamawan dengan jangka waktu cukup lama. Kabarnya, pemain Sriwjaya langsung diikat dua tahun kompetisi. Pelita Jaya juga menerapkan aturan yang hampir serupa. Persib Bandung pun tak mau ketinggalan.

Bagaimana dengan Arema? Seperti diketahui, hampir 70 persen pemain merupakan wajah baru. Muka-muka lama seperti Elie Aiboy, Ponaryo Astaman, Hendro Kartiko, Achmad Kurniawan, dan Ortizans Salossa sudah hengkang ke klub lain. Kini Arema diisi mayoritas pemain muda "Inilah tugas berat saya. Bagaimana mengombinasikan pemain lama dan pemain baru dari berbagai tim. Apalagi sebagian besar merupakan pemain muda," terang Bambang.

Namun, bukan berarti Arema harus berkecil hati. Dengan dorongan ribuan Aremania, Bambang mempunyai keyakinan Arema bisa memaksimalkan setiap petandingan. "Sepak bola bukan matematika. Arema bisa membuat kejutan. Lihat saja nanti. Biarkan Arema dianggap underdog. Itu akan menjadi motivasi tersendiri bagi kami," tandas mantan pelatih Timnas U-23 tersebut. [ramal]

Raja Isa Siap Tampilkan Boaz

Raja Isa Siap Tampilkan Boaz
Laga uji coba PSM versus Persipura diprediksi bakal menjadi pertandingan big match yang seru dengan suguhan aksi-aksi pemain bintang dari kedua kesebelasan. Pelatih Persipura, Raja Isa berjanji akan menurunkan semua pemain intinya di laga uji coba ini.

"Saya tidak ingin setengah-setengah saat uji coba nanti. Saya akan menurunkan semua pemain inti saya di pertandingan nanti. Laga uji coba ini sangat bermanfaat untuk mengukur kesiapan tim sebelum Liga Super," kata Pelatih asal Malaysia ini.

Tak terkecuali, Raja juga akan menampilkan striker andalannya yang juga striker tim nasional (Timnas) Indonesia, Boaz Salosa."Boaz akan saya mainkan full. Cidera yang dialaminya waktu di Piala Asia lalu sudah seratus persen sembuh," katanya.

Musim ini, tim berjuluk Mutiara Hitam itu tidak melakukan perombakan besar terhadap materi pemainnya seperti musim lalu saat mereka berhasil meraih posisi runner up Copa Dji Sam Soe dan semifinalis Ligina XIII.

Ajang uji coba ini sekaligus akan menjadi pembuktian bagi pemain PSM yang juga tidak kalah memiliki pemain bertabur bintang seperti, Julio Lopez, Claudio Pronetto, Syamsul Haeruddin, Irsyad Aras dan Aldo Baretto.
[TTM]