Selasa, 10 Juni 2008

Vietnam Bisa Kejutkan Indonesia

Vietnam Bisa Kejutkan Indonesia
Ujian berat, tampaknya, akan dihadapi Timnas Indonesia kala menjamu Timnas Vietnam di Gelora 10 Nopember besok (11/6) sore. Itu terlihat dari materi Timnas Vietnam yang banyak diisi oleh pemain berbakat.

Memang ketika tiba di Surabaya, pelatih Henrique Calisto mengatakan datang minus penyerang utama mereka. "Kami datang minus beberapa pemain, termasuk penyerang utama kami, Le Cong Vinh," ujar pelatih berkebangsaan Portugal itu.

Namun, Vietnam ternyata masih punya sejumlah pemain untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Le Cong Vinh. Salah satunya adalah penyerang Mguyen Ngoc Tanh. Pemain kelahiran 1982 itu tercatat sebagai salah seorang striker lokal yang cukup subur di V-Luague.

Di bawah mistar gawang, Bambang Pamungkas dkk hendaknya tidak kaget dengan sosok tinggi besar yang mejaga gawang Vietnam. Sebab, gawang Vietnam mungkin bakal dijaga oleh kiper kelahiran Brazil, Phan van Santos.

Ya, di saat Bambang Pamungkas dkk sedang mencari kepaduan di lini depan, gawang Vietnam justru diisi oleh seorang bertinggi 198 cm yang tak lazim bagi orang Asia. Berdasar latar belakangnya, Santos bukan penjaga gawang sembarangan.

Pemain dengan nama asli Fabio Dos Santos itu bergabung dengan klub Dong Tam Long An (DTLA) sejak 14 Desember 2001. Pada 2003, Santos bahkan menjadi salah satu kunci keberhasilan DTLA naik dari Divisi Satu ke V-League (takhta teratas persepakbolaan Vietnam). Selanjutnya, DTLA menjelma menjadi salah satu tim terkuat di Vietnam. Di antaranya, mereka berhasil menjuarai V-League dua kali (2005 dan 2006) serta Piala Super pada 2006.

Santos tak hanya punya kelebihan dalam mengamankan gawangya. Dia juga piawai dalam mengeksekusi bola-bola mati. Dalam latihan di Gelora 10 Nopember kemarin (9/6), Santos tampak cukup menikmati latihannya. Beberapa kali dia tampak menangkap bola-bola yang ditembakkan ke gawang oleh rekan-rekannya. [jp]

Bendol Asah Pola 4-4-2

Bendol Asah Pola 4-4-2 Dua hari jelang laga persahabatan melawan Timnas Vietnam, Ponaryo Astaman dkk masih belum menunjukkan perkembangan signifikan. Itu terlihat dalam sesi latihan di Gelora 10 Nopember, Surabaya, kemarin (9/6).

Kelemahan penyelesaian akhir menjadi penyebab kegagalan mengeksekusi beberapa peluang di depan gawang. Selain itu, berkali-kali gelombang serangan sering patah di kaki lawan. Hal tersebut tak lepas dari seringnya para pemain melakukan aksi individu, sedangkan kerja sama satu dua antarpemain belum begitu tampak.

Setelah latihan, pelatih timnas Benny Dolo mengakui bahwa lini depan timnas yang digalang Bambang Pamungkas sejauh ini masih tumpul. "Karena itu, kami masih mencoba beberapa alternatif untuk pendamping Bambang," terang pelatih yang akrab dipanggil Bendol itu. Alternatif lini depan tersebut, di antaranya, Saktiawan Sinaga dan Budi Sudarsono.

Bendol mengatakan, penentuan pendamping Bambang yang bakal mengisi starting eleven tersebut akan ditentukan dengan melihat perkembangan hingga menjelang pertandingan.

Terlepas dari hal itu, dalam latihan kemarin Bendol tak lagi menerapkan pola 4-3-3 seperti yang mereka terapkan kala menjamu Malaysia Jumat (6/6) lalu. Tapi, mantan pelatih Arema itu tampak mencoba pola 4-4-2. Namun, saat dikonfirmasi, dia belum menentukan pola mana yang akan dipakai. "Memang, kali ini kami coba 4-4-2. Tapi, kalau soal taktik yang diterapkan, besok baru kami tentukan," sebut pelatih berbadan subur tersebut.

"Kita selalu melihat perkembangan dan menyesuaikan lawan. Karena itu, saya tidak terpaku dengan satu pola baku saja," ujar Bendol. Ungkapan tersebut bisa jadi tak lepas dari terancam absennya beberapa pilar Indonesia.

Pasalnya, kemarin Bendol mengatakan bahwa Firman Utina juga menderita cedera ringan. "Firman kakinya sakit," katanya. Meski demikian, gelandang energik tersebut masih tampak berlatih kemarin. Firman diharapkan tetap bisa tampil kala menjamu Vietnam besok.

SAD Indonesia Telan 3 Kekalahan Beruntun

SAD Indonesia Telan 3 Kekalahan Beruntun

sadddd40.gif Hasil minor kembali diraih oleh tim SAD indonesia dalam lanjutan pertandingan Liga Uruguay U-17 2008. Dalam pertandingan ke-12 nya, Syamsir Alam dkk kembali menelan kekalahan dari klub Wanderers dengan skor 4-0 (3-0). Ini kekalahan ketiga yang diraih secara beruntun sejak pekan ke-10.

Dalam pertandingan melawan Wanderers ini pelatih Cesar Payovich tidak bisa menurunkan bek kanan Alfin Tuasalamony karena menderita sakit. Posisinya digantikan oleh Faisal. Pemain pilar lain yang tidak turun adalah bek tengah Ferdiansyah.

Cesar menurunkan pola permainan 4-3-3 dengan komposisi, Kiper : Tri Windu; Belakang : Faisal, Reffa Money, Zaenal dan Yericho; Tengah : Ridwan, Davitra dan Rinaldi; Depan : Syamsir Alam, Sahlan Sodik dan Alan Martha.

Usai kemenangan telak 8-0 atas Boston River, tim SAD Indonesia memang menghadapi masa-masa sulit untuk meraih hasil bagus. Pasalnya lawan yang dihadapi adalah penghuni sepuluh besar klasemen Quinta Division yang memiliki kualitas di atas rata-rata.

Tim Wanderers yang dihadapi kali ini memang memiliki kelas di atas SAD Indonesia. Kemampuan teknik tinggi ditunjang keunggulan fisik membuat mereka susah diimbangi oleh tim SAD Indonesia.

Pelatih Cesar Payovich melakukan empat kali pergantian pemain. Zaenal diganti Taji, Alan di ganti Moch. Chairudin, Sahlan diganti Bayu, Davitra diganti Lutfi. (asp)

Senin, 09 Juni 2008

Tim Villa 2000 Juara U-14 ASEAN

Tim Villa 2000 Juara U-14 ASEAN

Di tengah prestasi sepakbola Indonesia yang belum juga bersinar, sebuah prestasi manis diukir anak-anak Villa 2000 Pamulang. Tim milik salah satu anggota Exco PSSI Ferry Paulus itu berhasil menjadi juara Nike U-14 ASEAN 2008 yang berlangsung di Stadion Bukit Djalil, Kualalumpur, Malaysia, 4-8 Juni.

Pada final Minggu (8/6), Villa 2000, yang mewakili Indonesia, berhasil menumbangkan tuan rumah Malaysia dengan skor 2-0. Dengan keberhasilan ini, Villa 2000 akan mewakili ASEAN di Kejuaraan Asia U-14. Turnamen ini sendiri diikuti lima negara yaitu Malaysia, Thailand, Singapura, India, dan Indonesia. India mengikuti kejuaraan ini dengan status juara bertahan.

“Ini prestasi yang sangat membanggakan bagi kami. Maklum keberangkatan Villa 2000 ke kejuaraan tersebut tanpa mengusung beban juara. Kami realistis karena empat negara lain mengirimkan tim nasionalnya masing-masing. Namun hasilnya sungguh di luar dugaan. Kami bangga pada perjuangan para pemain yang tampil sangat luar biasa,” ujar Ferry Paulus, pembina Villa 2000.

Tim Villa 2000 ini ditangani duet pelatih Artawijaya dan Bari Sidik. Manajer tim Aser Siregar, serta chef de mission Ganesha Putra.

“Kami tidak menyangka anak-anak mampu menjadi juara. Jelas kami bersyukur dengan prestasi ini. Apalagi kami mampu mengalahkan tim nasional dari empat negara itu,” ujar Manajer Aser Siregar.

Penampilan tim Villa 2000 di kejuaraan ini disaksikan tiga anggota Exco PSSI yaitu M Zein, Ferry Paulus, dan Mafirion.

“Semangat para pemain muda ini patut dicontoh oleh para pemain senior kita. Mereka tidak pernah kenal kata menyerah, apalagi minder dengan lawan-lawannya,” puji M Zein. (age)

Markus Terancam Absen Lawan Vietnam

Markus Terancam Absen Lawan Vietnam
Episode buruk kala berhadapan dengan Malaysia, pada Jumat (6/6) lalu, memang pantas menjadi pelajaran berharga bagi Timnas Indonesia. Itu bisa disimak dari ungkapan Benny Dolo setelah memimpin latihan timnas di Gelora 10 Nopember, Surabaya, kemarin (8/6).

Pelatih yang akrab disapa Bendol tersebut mengaku terus menekankan sejumlah hal mendasar. Utamanya, bagaimana agar anak asuhnya meminimalkan kesalahan-kesalahan elementer. Karena itu, sederet menu latihan teknik juga telah dilahap oleh para punggawa timnas tersebut. "Pagi (kemarin, Red) teknik dan sekarang cuma latihan ringan," terang Bendol.

Dalam latihan ringan itu, para pemain timnas juga harus melakukan sejumlah pola latihan yang cukup serius. Salah satunya, bagaimana lini kedua berlatih melakukan pergerakan ke depan untuk mendobrak pertahanan lawan dan melakukan kerja sama satu-dua sentuhan. Selain itu, latihan kemarin diwarnai dengan praktik tendangan sudut. Dari latihan tersebut, para pemain masih tampak sering membuang peluang.

Disinggung soal pola yang bakal diterapkan, Bendol enggan kembali membukanya. "Lihat saja perkembangan nanti," tutur pria kelahiran Bolaang Mongondow itu. Yang jelas, Bendol terus mengoptimalkan pergerakan-pergerakan pemainnya demi mendukung lini depan kala menyerang.

Sementara itu, jumlah pemain yang absen dalam latihan kemarin kembali bertambah. Setelah Elie Aiboy harus bergabung dengan klubnya, Selangor FC, kemarin penjaga gawang Persik Kediri Markus Horison tak tampak dalam latihan. Disinggung soal itu, Bendol menegaskan bahwa Markus sedang sakit. "Dia masih operasi amandel," ujar dia.

Apakah Markus tidak bisa merumput kala Indonesia menjamu Vietnam, pada Rabu (11/6) lusa? Bendol belum memastikannya. "Kita lihat saja nanti."

Namun, absennya Markus kali ini tidak terlalu berpengaruh bagi gawang timnas. Bendol masih memiliki stok kiper yang juga bagus. Di antaranya adalah Ferry Rotinsulu dan Dian Agus Prasetyo. Nama terakhir adalah kiper yang mendapat kepercayaan untuk masuk dalam starting line-up saat melawan Malaysia.

Bagi Agus, penampilannya melawan Malaysia adalah kali pertama dia bermain bersama tim senior Indonesia. "Saya bangga, Mas, bisa bermain di tim senior," kata pemuda kelahiran 3 Agustus 1985 itu. [jp]

Minggu, 08 Juni 2008

Lawan Vietnam tanpa Elie Aiboy

Lawan Vietnam tanpa Elie Aiboy
Upaya Pelatih Timnas Benny Dolo untuk membenahi pasukan tampaknya tak berjalan mulus. Jelang menghadapi Vietnam Rabu (11/6) nanti, salah seorang pilarnya Elie Aiboy harus terbang ke Malaysia untuk membela klubnya, Selangor FC.

Bagi Elie, membela timnas melawan Vietnam dan membela Selangor sama-sama penting. Namun, Elie harus memilih bermain di Selangor karena klub tersebut akan menghadapi laga superpenting.

"Kebetulan, Selangor FC melakoni laga semifinal Piala FA melawan Trengganu," terang Elie. Mantan pemain Arema itu mengatakan bahwa dirinya harus bersikap profesional dengan mengedepankan kepentingan yang lebih penting. "Meski bagi saya sama-sama penting, laga timnas tetap saja uji coba, sedangkan di Selangor laga resmi," jelasnya.

Karena itu, kemarin (7/6) siang, Elie tidak tampak di antara rekan-rekan setimnya. "Dia sudah berangkat ke Malaysia tadi pagi (kemarin, Red)," terang Benny Dolo.

Dia menyebut, tidak tampilnya Elie akan mengurangi kekuatan timnya. Namun, pelatih berbadan subur tersebut mengatakan tak bisa menghalangi kepergian Elie. "Mau bagaimana lagi? Aturannya memang begitu," jelas Bendol -sapaan akrab Benny Dolo.

Nah, untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Elie, Bendol menyiapkan beberapa nama sebagai pengganti. Di antaranya, Ian Kabes, Heru Nerli, dan Aliyudin. [jawapos]

Evaluasi Benny soal Permainan Timnas v Malaysia

Evaluasi Benny soal Permainan Timnas v Malaysia
Hasil buruk kala menjamu Malaysia Jumat (6/6) benar-benar membuat pelatih timnas Benny Dolo harus bekerja keras. Apalagi, tiga hari ke depan (11/6), kekuatan Ponaryo Astaman dkk akan kembali diuji oleh Timnas Vietnam di Gelora 10 Nopember, Surabaya.

Sebagaimana diketahui, Vietnam adalah salah satu tim asal Asia Tenggara yang tidak bisa dianggap enteng. Vietnam selama ini kerap menyulitkan Indonesia dalam berbagai even.

Atas dasar itulah, hasil pertandingan melawan Malaysia langsung disikapi serius oleh Bendol -sapaan akrab Benny Dolo. Dia langsung mengevaluasi penampilan pasukannya. Bukan hanya untuk mengantisipasi pertandingan uji coba pada Rabu lusa, namun untuk persiapan secara umum menghadapi Piala AFF.

Bendol menyatakan akan berupaya membenahi kelemahan-kelemahan timnya dalam waktu dekat ini. Terutama kesalahan-kesalahan elementer yang sering dilakukan oleh mayoritas pemainnya. "Anda bisa lihat bagaimana serangan kita mudah terbaca karena tak ada improvisasi dari Budi (Sudarsono) dan Elie (Aiboy)," jelas dia di Novotel, Surabaya, kemarin (7/6).

Bendol sebenarnya tak hanya menyorot dua pemainnya yang saat ini merumput di klub Malaysia tersebut. Dia juga mengatakan, pemain lainnya melakukan hal yang sama. "Ketika Elie atau Budi dikerubuti lawan, yang lain hanya diam. Tidak ada yang meminta bola," jelas pelatih yang mengantarkan Arema juara dua kali Copa Indonesia tersebut.

Selain itu, Bendol menyayangkan dukungan dari lini tengah ketika timnya melakukan serangan. "Itu mengakibatkan serangan kita mudah patah," jelasnya. Padahal, dukungan lini kedua merupakan faktor penting dari sebuah tim jika ingin memenangi pertandingan.

"Semua pola akan berjalan dengan baik asal ada support (dukungan)," ujarnya. Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dalam sepak bola modern, banyak pula tim-tim kuat yang justru hanya bergantung kepada satu penyerang di depan dengan pola 4-5-1. "Tapi, support dari lini kedua luar biasa," tegasnya.

Untuk itu, Bendol akan menekankan kerangka permainan tim dalam latihan menyongsong uji coba kedua melawan Vietnam. "Di antaranya, bagaimana pergerakan antar pemain, melakukan pressing, dan memainkan bola," ucapnya. Menurut dia, hal tersebut sangat penting demi mendukung suksesnya suatu strategi di lapangan. "Sekali lagi, minimnya pergerakan tadi menjadi salah satu problem kita saat melawan Malaysia," tukasnya.

Meski begitu, Bendol menjelaskan bahwa bisa jadi dirinya tidak akan lagi mempertahankan pola 4-3-3 yang dimainkan timnya saat menghadapi Malaysia. "Kita lihat perkembangan nanti, bisa jadi kami pakai 4-4-2," tutur mantan pelatih Persita Tangerang itu. Soal masa persiapan yang singkat, Bendol mengatakan tidak ada masalah.

Sementara itu, dukungan terhadap Bendol datang dari Bambang Nurdiansyah, pelatih yang juga pernah menukangi Timnas U-23. Dia mengatakan bahwa dirinya sangat memaklumi hasil seri melawan Malaysia tersebut. "Itu tak lepas dari minimnya recovery pemain setelah mengikuti turnamen di klubnya masing-masing," ungkapnya. Soal pertandingan selanjutnya, Bambang mengatakan bahwa tidak ada tim-tim di Asia Tenggara yang superpower. "Jadi, kalau mau tampil maksimal, pasti bisa menang," terang dia. [jawapos]